Penyuluh KUA Ngampilan Dukung Program Puspagatra Ngetren, Wujud Transformasi Layanan KUA kepada Masyarakat

Yogyakarta – Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Ngampilan, Janti Ristiani, S.Ag., turut mendukung pelaksanaan program Pusat Pembelajaran Keluarga dan Satyagatra Hangayomi Kemantren (Puspagatra Ngetren) yang diluncurkan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Program Puspagatra Ngetren merupakan bentuk transformasi layanan publik yang menghadirkan pelayanan keluarga lebih dekat dengan masyarakat. Program ini difokuskan pada penguatan pengasuhan anak, perlindungan keluarga, serta pemberdayaan perempuan di tingkat kemantren.
Dalam pelaksanaannya, DP3AP2KB bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Yogyakarta dengan melibatkan Penyuluh Agama Islam di setiap kemantren. Para penyuluh mendapat tugas piket untuk memberikan layanan konsultasi dan edukasi kepada masyarakat.
Pada Rabu (3/6/2026), Janti Ristiani melaksanakan tugas piket di Ruang PKK Kemantren sebagai bagian dari dukungan terhadap program tersebut. Ia mendapat amanah untuk bertugas di dua wilayah kemantren, yakni Ngampilan dan Umbulharjo.
Menurut Janti, keberadaan Puspagatra Ngetren memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan perkawinan anak, penanganan kekerasan dalam rumah tangga, serta mendukung program percepatan penurunan stunting di Kota Yogyakarta.
“Puspagatra Ngetren menjadi ruang konsultasi dan pendampingan bagi keluarga yang menghadapi berbagai persoalan. Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi, edukasi, dan solusi yang tepat untuk mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera,” ujarnya.
Selain menyediakan layanan konseling keluarga, Puspagatra Ngetren juga menjadi pusat informasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan terkait persoalan keluarga dan pengasuhan anak. Layanan ini dibuka setiap Senin dan Rabu pukul 09.00–12.00 WIB, serta Jumat pukul 09.00–11.00 WIB di masing-masing kemantren.
Melalui inovasi Quick Win ini, Pemerintah Kota Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat. Puspagatra Ngetren diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, sejahtera, dan inklusif. (Janti).



