Penyuluh KUA Ngampilan Dampingi Lansia Belajar Al-Qur’an

Yogyakarta (KUA Ngampilan) – Semangat belajar Al-Qur’an tidak mengenal usia. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Pembelajaran dan Pengajaran Al-Qur’an (PHBA) yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan, Afifah Nur Sansidar, S.Sos., dan Wintolo, S.Ag., bersama para lansia di Masjid Al-Islah, Ngadiwinatan, Kota Yogyakarta pada hari Selasa 11/08/2026.
Kegiatan pembelajaran Al-Qur’an tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Selasa dan Rabu. Kegiatan diawali dengan salat Zuhur berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran Al-Qur’an yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.
Para ibu lansia mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Pendampingan dilakukan melalui praktik membaca Al-Qur’an, pembenahan makharijul huruf dan tajwid, serta tanya jawab seputar materi pembelajaran Al-Qur’an.
Peserta tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mendapatkan pendampingan secara bertahap, mulai dari belajar menggunakan Iqra hingga membaca Al-Qur’an. Suasana pembelajaran berlangsung akrab dan penuh semangat, sehingga para peserta merasa nyaman untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an.
Afifah Nur Sansidar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan dalam memberikan pelayanan keagamaan yang dekat dengan masyarakat.
“Belajar Al-Qur’an tidak mengenal usia. Kami berupaya mendampingi para ibu lansia agar tetap memiliki semangat untuk belajar, memperbaiki bacaan, dan semakin percaya diri dalam membaca Al-Qur’an,” ujarnya.
Kegiatan PHBA di Masjid Al-Islah diharapkan dapat terus menjadi ruang belajar yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para lansia. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan terus berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang edukatif, humanis, dan berdampak bagi masyarakat. (afi)



