Berita

TADABBUR di Masjid Baiturrahim, Kepala KUA Mergangsan Ajak Jamaah Menjaga Lisan dan Tulisan

Yogyakarta, Selasa, 11 Agustus 2026 — KUA Kemantren Mergangsan kembali melaksanakan kegiatan TADABBUR (Tausiyah dan Doa Ba’da Zuhur) di Masjid Baiturrahim Brontokusuman. Kegiatan ini diisi oleh Jaenal Syarifuddin, S.H.I., M.S.I., Kepala KUA Kemantren Mergangsan, setelah pelaksanaan Shalat Zuhur berjamaah.

Dalam tausiyahnya, disampaikan pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari upaya menjaga hati dan kehidupan sosial. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pesan tersebut diperkuat dengan ungkapan yang masyhur di kalangan ulama:

سَلَامَةُ الْإِنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِ

“Keselamatan seseorang terdapat dalam menjaga lisannya.”

Menjaga lisan bukan berarti seseorang harus selalu diam. Jika berbicara membawa manfaat, memberikan nasihat, mendamaikan, atau menyampaikan kebaikan, maka berbicara menjadi amal yang bernilai. Sebaliknya, ketika perkataan berpotensi menyakiti atau menimbulkan masalah, diam menjadi pilihan yang lebih selamat.

Pesan tersebut juga sangat relevan dengan kehidupan di era digital. Saat ini, komunikasi tidak hanya dilakukan melalui lisan, tetapi juga melalui tulisan. Pesan WhatsApp, komentar Facebook, unggahan Instagram, dan berbagai media sosial lainnya pada hakikatnya merupakan bentuk komunikasi yang dapat memberikan dampak kepada orang lain.

Dalam kaidah fikih dikenal ungkapan:

الْكِتَابُ كَالْخِطَابِ

“Tulisan memiliki kedudukan sebagaimana perkataan.”

Para ulama menjelaskan bahwa tulisan dapat menjadi sarana menyampaikan maksud seseorang dan dalam kondisi tertentu memiliki konsekuensi sebagaimana ucapan. Karena itu, seorang Muslim hendaknya berhati-hati sebelum menulis dan mengirimkan sesuatu.

Jari-jari yang mengetik juga perlu memiliki adab sebagaimana lisan yang berbicara. Sebelum mengirim pesan atau komentar, hendaknya dipertimbangkan: apakah tulisan tersebut benar, baik, bermanfaat, dan perlu disampaikan.

Kegiatan TADABBUR KUA Kemantren Mergangsan secara rutin dilaksanakan di masjid-masjid sebagai ikhtiar untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, memberikan penguatan spiritual, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta mendorong masyarakat untuk semakin memakmurkan masjid.

Melalui kegiatan ini diharapkan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, silaturahmi, dan penguatan kehidupan sosial keagamaan masyarakat.

Menjaga lisan adalah menjaga keselamatan. Di era digital, menjaga lisan juga berarti menjaga tulisan. (HP)

Leave a Reply