Penyuluh KUA Ngampilan Dukung Program PBHA melalui MDA

Yogyakarta (KUA Ngampilan) –Selasa 11/08/2026_ Komitmen memberantas buta huruf Al-Qur’an terus diwujudkan Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan melalui kegiatan Madrasah Diniyah Al-Qur’an (MDA) di SD Negeri Timuran, Kota Yogyakarta.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Selasa pukul 07.30–08.45 WIB. Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan, Afifah Nur Sansidar, S.Sos., Wintolo, S.Ag., dan H. Reza Bakhtiar, S.Hum., bersama penyuluh dari KUA lainnya, mendampingi peserta didik dalam pembelajaran Al-Qur’an.
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan metode Khibar, yang membantu peserta didik belajar membaca Al-Qur’an secara bertahap dan terarah. Para penyuluh memberikan pendampingan sesuai kemampuan peserta didik, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan MDA tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan Penyuluh Agama Islam terhadap Program Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an (PBHA) Kementerian Agama. Melalui pembelajaran yang dilakukan secara rutin, para penyuluh berupaya meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci.
“Pembelajaran Al-Qur’an perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memiliki kedekatan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujar salah satu penyuluh.
Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan MDA juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk membangun kebiasaan belajar agama sejak dini. Pendampingan yang dilakukan para penyuluh diharapkan dapat memberikan fondasi keagamaan yang kuat bagi generasi muda.
Melalui kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan, penyuluh dari KUA lainnya, dan pihak sekolah, program PBHA terus didorong agar semakin dekat dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang edukatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi generasi penerus. (afi)



