Berita

PAIF Tegalrejo Berikan Bimwin Mandiri: Bukan Sekadar Sah, Membangun Chemistry dan Kesiapan Mental Sebelum Akad

Yogyakarta (KUA Tegalrejo) – Tidak semua calon pengantin (catin) bisa mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) secara klasikal. Karena kesibukan kerja, jarak, dan waktu akad yang mepet, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Tegalrejo, H Kusmanto, S.Ag. memberikan layanan Bimbingan Perkawinan Mandiri di Kantor KUA Tegalrejo, Jumat (2/10/2026).

Berbeda dengan bimbingan reguler, Bimwin Mandiri dilakukan secara privat, intens, dan dialogis. Dua catin duduk berhadapan langsung dengan PAIF untuk digali kesiapannya, bukan hanya kelengkapan berkasnya.

Kusmanto menegaskan pesan utama bahwa menikah itu “Bukan Sekadar Sah, Tapi Membangun Chemistry dan Kesiapan Mental Sebelum Akad.”

“Banyak yang fokus bagaimana agar nikahnya sah secara hukum. Padahal yang lebih penting setelah sah adalah bagaimana agar rumah tangganya tetap sahih, kuat, dan tidak mudah goyah. Sah itu 5 menit, tapi sakinah itu seumur hidup,” ujar PAIF mengawali bimbingan.

Ada tiga poin krusial yang ditekankan dalam Bimwin Mandiri ini agar catin tidak kaget setelah akad:
1.Bukan Sekadar Sah, Tapi Harus Punya Chemistry.
Chemistry itu bukan soal cocok hobi, tapi cocok cara menyelesaikan masalah. Catin diajak saling jujur tentang cara marah, cara minta maaf, cara mengatur uang, dan cara berkomunikasi saat lelah. Pernikahan yang kuat bukan karena tidak pernah bertengkar, tapi karena tahu cara rujuk setelah bertengkar.

2.Membangun Visi Misi Pernikahan: Mau Dibawa Kemana Rumah Tangga Ini?
PAIF mengajak catin untuk menuliskan visi bersama. Apakah pernikahan ini mau dibawa untuk mengejar dunia saja, atau untuk saling mengantarkan ke surga? Dari visi itulah lahir komitmen: komitmen sholat berjamaah, komitmen terbuka soal keuangan, dan komitmen menjaga aib pasangan.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Ar-Rum: 21, tujuan pernikahan adalah untuk mencapai Sakinah, Mawaddah, Warahmah. Itu tidak datang sendiri, harus direncanakan.

3.Kesiapan Mental: Siap Berbeda Pendapat.
Kesiapan mental yang paling penting adalah kesiapan untuk tidak selalu sama. Suami dan istri berasal dari dua keluarga yang berbeda. Pasti ada beda pendapat. Mental yang siap adalah mental yang siap mendengar sebelum ingin didengar, dan siap mengalah untuk menang bersama.

“Jangan menikah untuk mengubah pasangan, tapi menikahlah untuk bertumbuh bersama. Tugas suami adalah memuliakan, tugas istri adalah menghormati. Kalau dua ini jalan, insyaAllah chemistry akan terus hidup,” tambahnya.

Bimwin Mandiri diakhiri dengan penyerahan buku Pondasi Keluarga Sakinah, dan penyelesaian administrasi Bimwin. Pasangan catin terlihat lebih tenang, lebih dekat, dan lebih siap menyongsong hari akad.

Kepala KUA Tegalrejo, H. Supasdi, S.Ag. menyampaikan bahwa Selain BinwinnReguler yang terjadwal sebulan sekali, layanan Bimwin Mandiri adalah wujud kehadiran KUA yang ramah dan solutif.

“Kami paham catin itu super sibuk menjelang nikah. Maka PAIF kami siap memberikan bimbingan mandiri kapan saja. Prinsip kami adalah mempermudah, bukan mempersulit. Yang penting catin benar-benar paham makna pernikahan, bukan hanya syarat nikahnya,” jelasnya.

Dengan adanya Bimwin Mandiri, diharapkan tidak ada lagi pernikahan yang hanya siap resepsinya, tetapi tidak siap mental dan ilmunya. KUA Tegalrejo berkomitmen mengantarkan setiap pasangan tidak hanya sampai ke pelaminan, tetapi sampai ke surga. (Kus)

#BimwinMandiri
#PAIFTegalrejo
#KUATegalrejo
#KeluargaSakinah
#KemenagKotaYogyakarta

Leave a Reply