Khutbah Jumat

HIJRAH SEBAGAI SEMANGAT SETIAP SAAT

HIJRAH SEBAGAI SEMANGAT SETIAP SAAT
Surahmat An-Nashih, S.Ag., M.S.I

Khutbah I

 

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهٗ۝

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِالْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ۝ أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهٗ لَاشَرِيْكَ لَهٗ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهٗ لَا نَبِيَّ وَلَا رَسُوْلَ بَعْدَهٗ۝ اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى حَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلٰى أٰلِهٖ وَأَصْحَابِهٖ أَجْمَعِيْنَ۝ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِيْمَكُمُ اللهُ أُوْصِيْنِيْ وَ إِيَّاكُمْ بِتَقْوَاللهِ، وَاتَّقُوْااللهَ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ۝ وَاسْمَعُوْا قَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ – أَعَوْذُبِ اللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ – يَا أَيُّهَاالَّذِيْنَ أٰمَنُوااتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ۝

.Hadirin jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menganugerahkan ridha lan barakah kepada kita semua, senantiasa menjaga sehat dan bahagia kita, serta melestarikan kebikan,  kesalamatan, imam dan Islam kita semua sejak di dunia ini hingga di surga kela. Amin ya rabbal ‘alamin.

Syukur dan pujian kita sanjungkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Dzat Yang Maha Murah lan Maha Asih. Dia telah berkenan menganugerahkan rahmat, taufiq serta hidayah kepada kita semua. Dengan rahmat tersebut kita dapat menjalani hidup dengan pengabdian ibadah kepada-Nya, baik yang berupa ibadah mahdhah maupun ibadah ghairu mahdhah. Semoga semuanya diterima sebagai amal shalih yang diridhai. Amin ya rabbal ‘alamin.

Hadirin rahimakumullah.

Izinkanlah saya sebagai khatib menghaturkan khutbah dengan judul “Hijrah Sebagai Semangat Setiap Saat”. Harapan saya khutbah ini dapat menguatkan semangat dan tekad kita semua dalam menjalani kehidupan secara baik dan menjauhi keadaan yang dapat menyebabkan kehidupan yang buruk. Pada prinsipnya kita berubah menjadi diri kita yang lebh baik. Lebih dari itu kita meluruskan pandangan bahwa tema pembahasan tentang hijrah cenderung dikhususkan pada bulan Muharram saja, padahal semangat hijrah adalah kebutuhan hidup di setiap saat. Yang pasti, hijrah merupakan aktivitas yang penuh keutamaan dalam pandangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dia berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝٢١٨

Terjemahannya:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman serta orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah: 218)

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ ۝٢٠

Terjemahannya:

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka lebih agung derajatnya di hadapan Allah. Mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. At-Taubah: 20)

يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَّجَنّٰتٍ لَّهُمْ فِيْهَا نَعِيْمٌ مُّقِيْمٌۙ ۝٢١

Terjemahannya:

Tuhan mereka memberi kabar gembira kepada mereka dengan rahmat dari-Nya, dan keridaan serta surga-surga. Bagi mereka kesenangan yang kekal di dalamnya. (QS. At-Taubah: 21)

خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ۝٢٢

Terjemahannya:

Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang sangat besar. (QS. At-Taubah: 22)

Hadirin jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah.

Semangat hijrah hendaklah menjadi semangat harian kita. Seangat ini menghidupkan gairah hidup kita di sepajang tahun hingga akhir hayat kita. Bahkan semangat hijrah telah berabad-abad lamanya menjadi dasar penetapan tahun baru dalam Islam. Dengan semangat tersebutlah para salafus shalih merintis dan menetapkan sstem kalender Islam yang disebut sistem kalender Hijriyah.

Sistem kalender Hijriyah—seperti yang kita gunakan sekarang ini—belum ada pada masa Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam. Penanggalan Islam tersebut baru disusun resmi pada masa Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun ke-17 Hijriyah. Bermula ketika Abu Musa Al-Asy’ari, Gubernur Basrah, melaporkan kebingungan dalam dokumentasi karena tidak adanya penulisan tahun, maka Umar Radhiyallahu ‘Anhu membentuk tim musyawarah yang terdiri dari sahabat-sahabat utama seperti Ali bin Abi Thalib dan Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘Anhuma.

Beberapa momen penting sempat dipertimbangkan sebagai titik awal tahun baru, seperti kelahiran Nabi, turunnya wahyu pertama, hingga wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam. Namun, akhirnya disepakati peristiwa hijrah Nabi ke Madinah sebagai awal kalender Islam. Walau hijrah terjadi di bulan Rabiul Awal, bulan Muharram dipilih karena niat hijrah bermula di bulan tersebut.

Hadirin rahimakumullah.

Apakah sebenarnya hakikat dari semangat hijrah tersebut?

Secara bahasa, kata hijrah (هِجْرَةٌ) berasal dari akar kata hajara (هَجَرَ) yang berarti berpindah (tempat, keadaan, atau sifat), atau memutuskan, yakni memutuskan hubungan antara dirinya dengan pihak lain (yang tidak baik).

Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ

Terjemahannya:

Orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah Subḥanahu Wa Ta’ala. (HR Bukhari dan Muslim)

Hal-hal yang dilarang Allah Subḥanahu Wa Ta’ala dan harus ditinggalkan meliputi:

  1. Segala macam pikiran, perkataan, dan perbuatan yang buruk
  2. Segala bentuk keengganan untuk berbuat baik/ meningkatkan kebaikan

Hadirin jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah.

Para ‘alim membedakan hijrah menjadi hijrah makaniyah dan hijrah maknawiyah.

Hijrah Makaniyah, yakni hijrah dalam arti meninggalkan suatu tempat (yang kondisinya tidak baik). Dalam sejarah Islam pernah terjadi 3 kali hijrah makaniyah:

  1. Hijrah ke Habasyah (Abbesinia, Ethiopia)
    Hijrah tersebut dilakukan oleh sebagian sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam. Mereka meninggalkan Mekkah menuju ke Habasyah dalam rangka mencari tempat yang lebih aman (suaka politik). Sebab Ketika itu musyrikin terus melakukan tekanan, intimidasi, dan tribulasi kepada kaum Muslimin. Hijrah ke Habasyah terjadi sebanyak 2 kali.
  2. Hijrah ke Thaif
    Hijrah tersebut dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam dikarenakan kaum musyrikin semakin meningkatkan kekerasannya terhadap diri beliau, yakni sejak Abu Thalib—paman dan sekaligus penjamin beliau—meninggalkan dunia. Namun sayangnya, justru sesampainya di Thaif justru diusir oleh para penduduknya.
  3. Hijrah ke Madinah (Yastrib)
    Hijrah tersebut dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam beserta para sahabatnya/ kaum muslimin tahun ke-13 kenabian/ tahun 622 Masehi.

Hijrah Maknawiyah, yakni hijrah dalam arti meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Macam-macamnya meliputi:

  1. Hijrah Fikriyyah, yakni hijrah secara pemikiran (fikrun), dari pemikiran yang lama menuju pada pemikiran baru yang lebih baik.
  2. Hijrah I’tiqadiyah, yakni hijrah secara keimanan (‘aqidah), dari keimanan yang lama menuju pada keimanan baru yang lebih baik.
  3. Hijrah Sulukiyyah, yakni hijrah secara tingkah laku (suluk), dari tingkah laku yang lama menuju pada tingkah laku baru yang lebih baik.
  4. Hijrah Syu’uriyyah, yakni hijrah dalam hal kesenangan (kesukaan), dari kesenangan yang  lama menuju pada kesukaan baru yang lebih baik—dalam pandangan syari’at.

Semoga khutbah ini dapat menginspirasi kita semua untuk senantiasa menjaga semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya hijrah secara maknawiyah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْأٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ۝

 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ۝ أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهٗ لَا نَبِيَّ وَلَا رَسُوْلَ بَعْدَهٗ۝ اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى حَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلٰى أٰلِهٖ وَأَصْحَابِهٖ أَجْمَعِيْنَ۝ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِيْمَكُمُ اللهُ أُوْصِيْنِيْ وَ إِيَّاكُمْ بِتَقْوَاللهِ، وَاتَّقُوْااللهَ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ۝ وَاسْمَعُوْا قَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ – أَعَوْذُبِ اللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ – إِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَاالَّذِيْنَ أٰمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا۝ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُّبَارَكًا فِيْهِ حَمْدًا يُّوَافِيْ نِعَمَهٗ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهٗ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَۢغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ۝ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى حَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلٰى أٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ أَجْمَعِيْنَ، وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ۝ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ رَبُّ السَّمٰوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ ۝ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُّجِيْبُ الدَّعْوَاتِ ۝ اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا ۝ اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدَيْنَا  وَلِمَشَايِخِنَا  وَلِمَنْ دَخَلَ بُيُوْتَنَا  مُؤْمِنًا وَّ لِلْمُؤْمِنِيْنَ  وَ الْمُؤْمِنَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ۝ اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا ۝ اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا اجْعَلْنَا مُقِيْمِيْنَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيّٰتِنَا رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ ۝ اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا أَوْزِعْنَا أَنْ نَّشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ عَلَيْنَا وَعَلٰى وَالِدَيْنَا وَأَنْ نَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنَا بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ، وَ أَصْلِحْ لَنَا فِيْ وَ ذُرِّيّٰتِنَا إِنَّا تُبْنَا إِلَيْكَ وَإِنَّا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ۝ اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا رِزْقًا وَّاسِعًا حَلَالًا طَيِّبًا وَّمُبَرَكًا ۝ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَيَسِّرْلَنَا أُمُوْرَنَا أُمُوْرَالدِّيْنِ وَالدُّنْيَا يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ ۞ اَللّٰهُمَّ يَسِّرْلَنَا زِيَارَةَ بَيْتِكَ الْحَرَامِ بِالْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ ۝ اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ۝ اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ ۝  رَبَّنَا أٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا ۝ رَبَّنَا أٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۝ وَصَلَّ اللهُ عَلٰى حَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلٰى أٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ أَجْمَعِيْنَ، يَاعَزِيْزُ… يَاعَزِيْزُ… يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ، يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ ۝  وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۝ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسٰنِ وَإِيْتَائِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ۝

[1] Penulis khutbah adalah sebagai PAIF KUA Kemantren Kraton Kota Yogyakarta.

Leave a Reply