Khutbah Jum’at Bahasa Indonesia
“Membangun Keluarga yang Dirindukan Surga”
Oleh: Nizam Zulfa, S.Ag.
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ) :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.(
Jamaah Salat Jumat Rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tercermin dalam ibadah yang kita lakukan, tetapi juga dalam kesungguhan kita menjalankan setiap amanah yang Allah titipkan. Salah satu amanah terbesar yang Allah berikan kepada kita adalah amanah membina keluarga.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Setiap orang tentu menginginkan keluarganya hidup bahagia. Kita bekerja keras demi mencukupi kebutuhan rumah tangga, berusaha memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak, dan berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang sukses. Semua itu adalah harapan yang baik. Namun, sebagai seorang muslim, tujuan kita tidak berhenti pada kebahagiaan dunia semata. Kita ingin keluarga yang kita bangun menjadi keluarga yang mendapat rahmat Allah di dunia dan dipertemukan kembali di surga-Nya.
Karena itu, keluarga bukan hanya tempat untuk tinggal bersama, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai keimanan. Rumah hendaknya menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan, kasih sayang, serta membiasakan setiap anggota keluarga untuk semakin dekat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا…
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...” (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menjadi pengingat bagi kita bahwa tugas orang tua bukan hanya mencari nafkah. Kita juga memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar, yaitu menjaga keimanan, ibadah, dan akhlak keluarga agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah. Jangan sampai kita berhasil mengantarkan anak-anak meraih kesuksesan dunia, namun lalai membimbing mereka menuju kebahagiaan akhirat.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Rumah adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Sebelum mereka mengenal guru di sekolah, mereka telah lebih dahulu belajar dari ayah dan ibunya. Mereka melihat bagaimana orang tuanya berbicara, bersikap, menyelesaikan masalah, dan menjalankan ibadah. Semua itu akan terekam dalam ingatan mereka dan menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka.
Karena itu, pendidikan yang paling efektif bukanlah sekadar nasihat, melainkan keteladanan. Anak-anak mungkin lupa apa yang kita katakan, tetapi mereka akan lebih lama mengingat apa yang kita lakukan.
Perlu kita sadari, anak-anak kita berada di sekolah hanya sekitar enam hingga delapan jam dalam sehari. Setelah itu, mereka kembali ke rumah. Artinya, sebagian besar waktu mereka dihabiskan bersama keluarga. Maka, jangan sampai kita menuntut guru untuk membentuk akhlak anak, sementara di rumah mereka tidak menemukan teladan dari orang tuanya.
Jika kita ingin anak rajin salat, maka biarkan mereka melihat kita menjaga salat. Jika kita ingin anak jujur, maka mulailah dari kejujuran kita sendiri. Jika kita ingin anak mencintai Al-Qur’an, maka jadikan Al-Qur’an sebagai bacaan yang hidup di dalam rumah kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ…
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengingatkan bahwa setiap ayah dan ibu adalah pemimpin. Kelak di hadapan Allah, kita tidak hanya ditanya tentang pekerjaan dan harta, tetapi juga tentang bagaimana kita membimbing keluarga yang Allah amanahkan kepada kita. Allah Subhanahu wa ta’ala juga berfirman:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132)
Perhatikanlah, Allah mendahulukan perintah agar kita mengajak keluarga mendirikan salat, kemudian Allah mengingatkan bahwa urusan rezeki adalah jaminan dari-Nya. Ayat ini mengajarkan kepada kita agar jangan sampai kesibukan mencari nafkah membuat kita lalai mendidik keluarga. Sebab keluarga yang dekat dengan Allah adalah keluarga yang akan memperoleh keberkahan dalam hidupnya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Ada sebuah maqalah yang masyhur dan dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:
أَدِّبُوا أَوْلَادَكُمْ لِغَيْرِ زَمَانِكُمْ، فَإِنَّهُمْ خُلِقُوا لِزَمَانٍ غَيْرِ زَمَانِكُمْ
“Didiklah anak-anak kalian untuk menghadapi zaman mereka, karena mereka diciptakan bukan untuk zaman kalian.”
Kandungan maqalah tersebut memberikan pelajaran yang sangat baik. Setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Dahulu orang tua khawatir anaknya salah memilih teman. Hari ini, teman itu bisa datang melalui telepon genggam di dalam rumah. Dahulu kerusakan harus dicari di luar rumah. Hari ini, berbagai pengaruh buruk dapat masuk melalui media sosial, tontonan, permainan, bahkan berbagai informasi yang tidak semuanya membawa kebaikan.
Karena itu, mendidik anak di zaman sekarang tidak cukup hanya dengan memberi makan, pakaian, dan pendidikan formal. Mereka membutuhkan kehadiran orang tua yang menjadi sahabat, pendengar, sekaligus teladan. Anak-anak perlu diajak berdialog, diarahkan menggunakan teknologi secara bijak, dibiasakan salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, serta ditanamkan rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Marilah kita mulai dari hal-hal yang sederhana. Jadikan rumah kita sebagai tempat yang nyaman untuk beribadah. Biasakan mengucapkan salam ketika masuk rumah, saling menghormati, saling memaafkan, meluangkan waktu berkumpul bersama keluarga, dan saling mendoakan. Jangan sampai rumah kita megah bangunannya, tetapi sepi dari zikir kepada Allah. Jangan sampai keluarga kita tampak harmonis di hadapan manusia, tetapi jauh dari tuntunan agama.
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menjadikan keluarga kita sebagai keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, mengaruniakan kepada kita pasangan dan anak-anak yang saleh dan salehah, menjadi penyejuk hati di dunia, serta menghimpunkan kita bersama mereka di dalam surga-Nya.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ
عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر
https://docs.google.com/document/d/1VYf0DyZT3nvYJqYnlkAsgxHnYYKiE6G1LrDI1PUVo6Q/edit?usp=sharing