Wali Kota Yogyakarta: Juara Sejati adalah yang Mengamalkan Al-Qur’an

Yogyakarta — Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kota Yogyakarta melaksanakan pamitan sekaligus memohon doa restu kepada Wali Kota Yogyakarta menjelang keikutsertaan dalam MTQ tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang akan digelar di Sleman. Kegiatan berlangsung di Ruang Yudistira pada Jumat (17/04/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Kabag Kesra, Kasubbag TU, serta Kasi Bimas Islam yang turut mendampingi kafilah. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat, sebagai bentuk kesiapan para peserta dalam membawa nama baik Kota Yogyakarta.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yunianto Dwi Sutomo, disampaikan pesan mendalam kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan agar para kafilah menjadikan ajang MTQ sebagai ladang ibadah, bukan semata-mata kompetisi.
“Bertandinglah dengan niat ibadah. Tampilkan yang terbaik dengan tenang dan penuh keyakinan, jaga kesehatan, jaga kekompakan, hormati dewan hakim, hormati peserta dari daerah lain, serta tunjukkan karakter masyarakat Kota Yogyakarta yang santun, cerdas, dan berbudaya,” pesannya.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa prestasi bukanlah satu-satunya tujuan utama. Nilai-nilai Al-Qur’an harus mampu tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. “Juara sejati bukan hanya yang memperoleh piala, tetapi mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” imbuhnya.
Kafilah MTQ Kota Yogyakarta sendiri mengikuti seluruh cabang yang dilombakan dengan penuh semangat. Mereka tidak hanya membawa misi meraih prestasi, tetapi juga mengemban tanggung jawab untuk mengamalkan nilai-nilai Qur’ani dalam setiap langkah perjuangan.
Melalui kegiatan pamitan ini, diharapkan seluruh kafilah dapat tampil optimal, menjaga sportivitas, serta memberikan hasil terbaik bagi Kota Yogyakarta, sekaligus menjadi duta nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.[ekoAW]



