Berita

Gara Katolik Bekali Guru Agama Hadapi Tantangan Era Digital dan Sosialisasikan Pencairan TPG

Yogyakarta (Garakat) – Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menyelenggarakan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Katolik, Hindu, dan Buddha yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahun Ajaran 2026/2027 Semester Ganjil. Kegiatan berlangsung di Aula I Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Rabu (29/7/2026), dan diikuti oleh Guru Pendidikan Agama Katolik, Hindu, dan Buddha penerima TPG di lingkungan Kementerian Agama Kota Yogyakarta.

Mengusung tema “Solusi dan Strategi Pendampingan Murid yang Mengalami Kecanduan Gadget di Era Digital”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital sekaligus memberikan pemahaman mengenai mekanisme pencairan Tunjangan Profesi Guru.

Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, V. Tatik Trijati Ningsih, S.IP., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru agama memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, tugas guru tidak sekadar melarang atau menjauhkan anak dari penggunaan teknologi, tetapi mendampingi dan membimbing mereka agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana, beretika, dan bertanggung jawab.

“Melalui pembinaan ini kami berharap Bapak dan Ibu Guru memperoleh wawasan, strategi praktis, serta solusi konkret yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi, dan mempererat tali silaturahmi antarguru agama,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Ahmad Mustafid, S.Ag., M.Hum., secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru agama merupakan garda terdepan dalam pembinaan iman dan karakter peserta didik. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus pendamping yang adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Kegiatan pembinaan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama menghadirkan narasumber dari DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Arie Garda Nand Jaya, M.Psi., Psikolog, yang memaparkan materi mengenai strategi pendampingan peserta didik yang mengalami kecanduan gadget. Dalam paparannya, peserta diajak memahami dampak penggunaan gawai secara berlebihan terhadap perkembangan psikologis anak serta berbagai pendekatan yang dapat diterapkan guru dan orang tua untuk membangun kebiasaan digital yang sehat.

Sesi kedua diisi oleh Pengawas Pendidikan Agama Katolik, E. Eri Suprobo, S.S., M.Pd., yang menyampaikan sosialisasi mengenai persyaratan administrasi dan kelengkapan berkas usulan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui sosialisasi tersebut, para guru memperoleh penjelasan teknis agar proses pengusulan TPG dapat berjalan tertib, lengkap, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berharap para Guru Pendidikan Agama Katolik, Hindu, dan Buddha semakin profesional dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, mampu memberikan pendampingan yang efektif kepada peserta didik di era digital, serta memahami tata kelola administrasi pencairan Tunjangan Profesi Guru secara tepat dan akuntabel.[katrin]

Leave a Reply