Senam Jogja, Warga Danurejan Bergerak Sehat Bersama

Yogyakarta (KUA Danurejan) — Minggu pagi tak selalu harus diisi dengan bermalas-malasan. Warga Kemantren Danurejan justru memilih mengawali hari dengan bergerak, berkeringat, dan bergembira bersama dalam kegiatan Senam Jogja yang digelar bersama KORMI Danurejan, Minggu (4/10/2026).
Dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, kegiatan berlangsung meriah. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam. Suasana pagi pun terasa semakin hidup dengan semangat dan keceriaan peserta.
Mewakili KUA Danurejan, Penyuluh Agama Uswatun Hasanah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan KUA dalam mendorong masyarakat untuk membangun pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan.
Dalam sambutannya, perwakilan MPP mengingatkan bahwa menjaga kesehatan tidak harus dilakukan dengan aktivitas yang berat. Olahraga sederhana dan dilakukan secara rutin sudah memberikan manfaat bagi tubuh.
“Sehat itu sangat penting. Kita harus rajin berolahraga, walaupun hanya sebentar. Dengan bergerak, badan terasa lebih ringan dan kesehatan tetap terjaga,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan Ketua KORMI Danurejan. Ia mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui senam bersama maupun berjalan kaki.
Menurutnya, aktivitas fisik dapat dilakukan kapan saja dan tidak harus dengan fasilitas khusus. Berjalan kaki setelah salat Subuh, misalnya, bisa menjadi pilihan sederhana untuk menjaga kebugaran. Ia bahkan membiasakan berjalan hingga sekitar 5.000 langkah atau lebih setiap hari, kemudian mampir berbelanja dan kembali berjalan pulang.
Ia berharap kegiatan senam bersama tidak berhenti pada kegiatan kali ini saja. Rencananya, kegiatan serupa akan terus dihidupkan secara rutin.
“Semoga kegiatan ini tidak cukup hari ini saja. Insya Allah, kegiatan ini akan diadakan setiap bulan sekali,” tuturnya.
Semarak kegiatan semakin terasa dengan hadirnya para pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu PKK yang memiliki usaha rumahan. Beragam makanan, minuman, dan produk jajanan turut meramaikan kegiatan.
Warga pun mendapatkan manfaat ganda. Tubuh menjadi lebih sehat setelah berolahraga, sementara pelaku usaha kecil memperoleh kesempatan untuk mengenalkan dan menjual produk mereka.
Sehat tubuhnya, hangat kebersamaannya, bergerak ekonominya. Semangat sederhana inilah yang membuat Senam Jogja di Danurejan bukan sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang bertemu, bersilaturahmi, dan menggerakkan masyarakat bersama.[uswatun]



