Semarak Hari Santri 2026, KUA Wirobrajan Teguhkan Cinta Al-Qur’an melalui Khotmil Qur’an

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Semangat Hari Santri tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui ikhtiar merawat kedekatan dengan Al-Qur’an. Semangat inilah yang dihadirkan Kantor Urusan Agama (KUA) Wirobrajan melalui kegiatan Khotmil Qur’an di Balai Nikah KUA Wirobrajan, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan dipimpin Kepala KUA Wirobrajan, Raden Andhi Nugroho, S.H.I., M.H., dan diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan KUA Wirobrajan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, ada nilai-nilai spiritual yang perlu terus dirawat.
Khotmil Qur’an ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap peringatan Hari Santri 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Semangat tersebut diwujudkan melalui penguatan literasi Al-Qur’an sekaligus pembiasaan membaca kitab suci dalam kehidupan sehari-hari.
Raden Andhi Nugroho menegaskan bahwa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an hendaknya menjadi bagian dari budaya hidup, bukan sekadar kegiatan yang dilakukan ketika ada peringatan hari besar keagamaan.
Menurutnya, Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, tetapi juga perlu dipahami dan dijadikan pedoman dalam bersikap, bekerja, serta berinteraksi dengan sesama. Nilai-nilai kejujuran, amanah, kedisiplinan, dan kepedulian yang diajarkan Al-Qur’an selaras dengan upaya membangun aparatur yang berintegritas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Semangat mencintai Al-Qur’an harus terus kita pelihara. Jangan sampai membaca Al-Qur’an hanya menjadi kegiatan pada momentum tertentu. Mari kita biasakan membaca dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” menjadi pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Bagi keluarga besar KUA Wirobrajan, Khotmil Qur’an juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan menyegarkan kembali niat dalam menjalankan tugas. Spiritualitas dan profesionalisme diharapkan dapat berjalan beriringan, sehingga pelayanan keagamaan tidak hanya dilaksanakan sesuai ketentuan, tetapi juga dilandasi ketulusan dan akhlak yang baik.
Melalui kegiatan ini, KUA Wirobrajan berupaya menjadikan momentum Hari Santri sebagai penggerak kebiasaan baik yang berkelanjutan. Literasi Al-Qur’an diharapkan tumbuh menjadi budaya yang hidup di lingkungan kerja dan menginspirasi masyarakat untuk semakin dekat dengan kitab suci.
Sebab, menguatkan negeri tidak selalu dimulai dari langkah besar. Membiasakan membaca Al-Qur’an, mengamalkan ajarannya, dan menghadirkan akhlak mulia dalam pelayanan merupakan bagian dari ikhtiar nyata membangun Indonesia yang berkarakter dan bermartabat.
KUA Wirobrajan: Merawat Al-Qur’an, Menguatkan Integritas, Menebar Manfaat bagi Negeri.



