Berita

Usia Senja Tetap Bermakna, Penyuluh KUA Wirobrajan Ajak Lansia Tebar Manfaat melalui Sedekah Air

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Usia senja bukan alasan untuk berhenti berbagi dan menebar kebaikan. Semangat inilah yang disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Agus Saiful Bahri, saat memberikan penyuluhan tentang wakaf uang dan keutamaan sedekah air kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Griya Lansia Baiturrohmah Wirobrajan, Selasa (20/10/2026).

Dalam suasana penuh kehangatan, Agus mengajak para lansia memahami bahwa sedekah memiliki banyak bentuk. Berbagi tidak selalu harus berupa uang atau makanan, tetapi juga dapat dilakukan melalui penyediaan air bersih yang manfaatnya dirasakan banyak orang.

Ia menjelaskan, sedekah air, misalnya melalui pembangunan sumur, merupakan salah satu bentuk kebaikan yang manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang. Air yang digunakan untuk minum, memasak, berwudu, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat menjadi sumber kebermanfaatan bagi masyarakat.

Pesan tersebut terasa semakin relevan di tengah kondisi kemarau panjang yang menyebabkan sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami kekurangan air. Ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyangkut kesehatan, kebersihan, dan kelangsungan kehidupan masyarakat.

Melalui materi wakaf uang dan sedekah air, Agus mengajak jamaah melihat peluang beramal dari sisi yang lebih luas. Wakaf dan sedekah bukan semata-mata tentang besarnya materi yang diberikan, melainkan tentang niat tulus dan manfaat yang dapat dirasakan oleh sesama.

Bagi para lansia, pesan ini menjadi penguat bahwa kesempatan berbuat baik tidak berhenti seiring bertambahnya usia. Dengan kemampuan dan kondisi masing-masing, mereka tetap dapat berbagi, mendoakan sesama, memberikan dukungan, serta menginspirasi lingkungan melalui keteladanan hidup.

Kegiatan penyuluhan ini sekaligus menjadi ruang penguatan spiritual bagi jamaah MT Griya Lansia Baiturrohmah. Di tengah perjalanan usia yang semakin matang, para lansia diajak untuk terus memelihara harapan, memperdalam pemahaman agama, dan menjalani hari-hari dengan semangat memberi manfaat.

Melalui pendampingan keagamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, KUA Wirobrajan berupaya menghadirkan penyuluhan yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Sebab, kebaikan tidak mengenal batas usia. Selama masih ada niat dan kesempatan, setiap orang tetap memiliki ruang untuk menebar manfaat.

Di usia senja, langkah mungkin tak lagi secepat dahulu, tetapi kebaikan tetap bisa mengalir dan memberi kehidupan bagi sesama.[ekoAW]

Leave a Reply