Penghulu KUA Gedongtengen Laksanakan Pencatatan Nikah, Asrofi Sampaikan Khutbah Nikah tentang Ikatan Suci Pernikahan

Yogyakarta, Selasa, 20 Oktober 2026 — Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Gedongtengen, Dian Aji Pangestu, melaksanakan pencatatan pernikahan pasangan Vernira Hegar Norika dan Panti Wiji Nugroho pada Selasa (20/10/2026). Prosesi pernikahan berlangsung dengan khidmat, menjadi momentum penting bagi kedua mempelai dalam memulai kehidupan baru sebagai pasangan suami istri.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, S.Ag., menyampaikan khutbah nikah yang menekankan makna pernikahan sebagai ikatan suci dan kokoh yang telah Allah SWT persatukan melalui ikatan perkawinan.
Asrofi menyampaikan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan juga amanah dan ibadah yang harus dijaga bersama. Kehidupan rumah tangga membutuhkan komitmen, kesabaran, saling pengertian, komunikasi yang baik, serta kesediaan untuk saling menerima kelebihan dan kekurangan pasangan.
“Pernikahan adalah ikatan yang erat yang telah Allah persatukan. Oleh karena itu, ikatan ini harus dijaga dengan keimanan, kasih sayang, tanggung jawab, dan komitmen untuk membangun keluarga yang harmonis,” pesan Asrofi dalam khutbah nikahnya.
Ia juga mengingatkan kedua mempelai agar senantiasa menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Ketika menghadapi persoalan, suami dan istri hendaknya mengedepankan musyawarah, menjaga tutur kata, saling memaafkan, serta tidak mudah menyerah dalam mempertahankan keutuhan keluarga.
Pencatatan pernikahan yang dilaksanakan oleh Penghulu Dian Aji Pangestu menjadi bagian penting dalam pelayanan KUA untuk memberikan kepastian hukum atas perkawinan sekaligus memastikan terpenuhinya ketentuan administrasi pencatatan nikah.
Melalui momentum ini, KUA Gedongtengen berharap pasangan Vernira Hegar Norika dan Panti Wiji Nugroho dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta senantiasa diberkahi Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan mereka.
Selamat menempuh hidup baru. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, penuh keberkahan, dan langgeng hingga akhir hayat.[sams]



