Rawat Predikat WBBM, Kemenag Kota Yogyakarta Tingkatkan Kompetensi Digital PPPK untuk Wujudkan Layanan Publik Prima

Yogyakarta (Humas) – Komitmen memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas terus diwujudkan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Salah satu ikhtiarnya dilakukan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kecakapan Teknologi Informasi (IT) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung transformasi digital sekaligus merawat predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang telah diraih Kankemenag Kota Yogyakarta, khususnya pada aspek penyelenggaraan pelayanan publik.

Bimtek dilaksanakan pada 23 Juni hingga 2 Juli 2026 dengan pembelajaran yang dipusatkan di Laboratorium Komputer MAN 1 Yogyakarta, Jalan C. Simanjuntak No. 60 Yogyakarta. Sebanyak 80 PPPK dari berbagai satuan kerja di lingkungan Kankemenag Kota Yogyakarta mengikuti kegiatan ini, mulai dari unit kerja di bawah satu atap, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga madrasah.
Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Mustafid, S.Ag., M.Hum., membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi informasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan publik di era digital.
Menurutnya, penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang menjadi bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama menempatkan digitalisasi layanan sebagai salah satu program prioritas. Karena itu, peningkatan kompetensi digital aparatur menjadi investasi penting dalam menghadirkan layanan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
“Melalui bimtek ini diharapkan seluruh PPPK mampu meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi sehingga dapat memberikan pelayanan yang cepat, efektif, dan berbasis digital kepada masyarakat,” ujar Ahmad Mustafid.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Bimtek menghadirkan narasumber para Jabatan Fungsional Pranata Komputer yang dikoordinasikan oleh Abdul Hamid, S.Kom. Materi yang diberikan dirancang sesuai kebutuhan pelaksanaan tugas sehari-hari, mulai dari penguasaan dasar Microsoft Word, pengelolaan dokumen digital, pembuatan konten menggunakan CapCut, pemanfaatan Canva untuk desain grafis, hingga berbagai aplikasi pendukung administrasi dan pelayanan berbasis teknologi informasi.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga melakukan praktik langsung sehingga setiap materi dapat segera diaplikasikan dalam pekerjaan masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam memanfaatkan teknologi untuk menunjang kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta juga mendapatkan pendampingan dari tim kepegawaian Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta yang terdiri atas Analis SDM Aparatur Halimah Trisayuni, S.Ag., M.M., Zainudin Ahmad, S.IP., Lipursari, S.E., M.M., serta Randi Hafidz, A.Md. Tim kepegawaian memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar, mulai dari administrasi peserta, koordinasi, hingga pendampingan selama proses pembelajaran.
Bimtek ditutup pada Kamis (2/7/2026) oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala MAN 1 Yogyakarta beserta seluruh civitas akademika yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan dengan menyediakan laboratorium komputer beserta sarana pendukung pembelajaran sehingga seluruh rangkaian bimtek dapat berlangsung dengan baik.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para Jabatan Fungsional Pranata Komputer yang telah menjadi coach bagi para peserta, serta kepada tim kepegawaian yang mendampingi pelaksanaan kegiatan sejak persiapan hingga penutupan.
Ahmad Shidqi menegaskan bahwa peningkatan kompetensi digital merupakan salah satu strategi penting dalam menjaga budaya kerja yang profesional sekaligus merawat predikat WBBM. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan predikat tersebut tidak hanya diukur dari terpenuhinya dokumen administrasi, tetapi juga dari konsistensi seluruh ASN dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Penutupan bimtek ini bukanlah akhir, tetapi menjadi awal bagi seluruh PPPK untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Jadilah penggerak transformasi digital di unit kerja masing-masing. Terapkan ilmu yang diperoleh untuk menghadirkan pelayanan Kementerian Agama yang semakin cepat, akurat, transparan, profesional, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Ahmad Shidqi.
Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Subbag Tata Usaha H. Ahmad Mustafid, S.Ag., M.Hum., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Bimtek Kecakapan IT bagi PPPK dapat terlaksana berkat dukungan penuh MAN 1 Yogyakarta, khususnya dalam penyediaan laboratorium komputer beserta sarana pendukung pembelajaran. Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara sederhana di tengah keterbatasan anggaran, termasuk tanpa penyediaan konsumsi bagi peserta.
“Alhamdulillah, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat belajar para peserta maupun dedikasi para narasumber dan panitia. Justru semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan dalam meningkatkan kompetensi digital ASN sebagai modal untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” ujarnya.
Melalui Bimtek Peningkatan Kecakapan IT ini, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus membangun aparatur yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Penguatan kompetensi digital diharapkan menjadi fondasi dalam menjaga kualitas pelayanan publik, memperkuat reformasi birokrasi, serta merawat predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang selama ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah untuk terus diwujudkan dalam pelayanan kepada masyarakat. (Ara)



