Berita

Penyuluh Berdampak, Pasien RSUD Wirosaban Bersukacita Atas Pelayanan Kerohanian

Yogyakarta (Garakat) – Kehadiran Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta di tengah pasien rumah sakit menghadirkan sukacita dan penguatan iman. Hal tersebut dirasakan Theresia Suharyantie, salah seorang pasien Kristiani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wirosaban Yogyakarta, setelah mendapatkan pelayanan kerohanian pada Senin (10/8/2026).

Pelayanan kerohanian tersebut diberikan oleh Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta, Edelbertus Jara. Pendampingan dilakukan melalui doa bersama dan penguatan rohani sebagai bentuk pelayanan keagamaan bagi umat Kristiani yang sedang menjalani perawatan.

Kesan mendalam atas pelayanan tersebut disampaikan Theresia kepada sahabatnya, Heribertus Sukamto. Sehari setelah pelayanan, ungkapan sukacita Theresia diteruskan kepada penyuluh melalui pesan WhatsApp yang disampaikan Heribertus Sukamto.

“Terima kasih Tuhan Yesus, Kau kirim pelayan-Mu untuk bersama-sama berdoa memohon perlindungan dan penyembuhanku agar segera sembuh dari sakit dan boleh berkegiatan lagi di Gereja dan lingkungan,” demikian ungkapan syukur Theresia yang disampaikan melalui pesan tersebut.

Ungkapan tersebut menjadi gambaran sederhana mengenai dampak pelayanan kerohanian bagi pasien. Di tengah kondisi sakit dan keterbatasan aktivitas, kehadiran seorang penyuluh tidak sekadar memberikan pendampingan keagamaan, tetapi juga menghadirkan penghiburan, peneguhan, serta ruang bagi pasien untuk berdoa dan mendengarkan Firman Tuhan.

Sukacita Theresia bahkan terlihat saat pelayanan selesai. Ia berinisiatif meminta foto bersama melalui telepon selulernya. Foto tersebut kemudian dikirimkan kepada sahabatnya, Heribertus Sukamto, sebagai ungkapan kegembiraan setelah mendapatkan pelayanan kerohanian.

Bagi Theresia, pelayanan tersebut menjadi pengalaman yang tidak disangka sebelumnya. Berada di rumah sakit, ia tetap dapat merasakan perhatian dan pendampingan rohani. Kehadiran penyuluh membuatnya merasa tidak sendirian dalam menghadapi masa pemulihan.

Meski dalam keterangannya Theresia menyebut pelayanan tersebut berasal dari “Bimas Katolik Kota Yogyakarta”, yang sebenarnya merupakan pelayanan dari Kementerian Agama Kota Yogyakarta, hal tersebut dapat dipahami sebagai ungkapan spontan seorang pasien yang sudah lanjut usia.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kerohanian dapat memberikan dampak nyata bagi mereka yang sedang berada dalam kondisi rentan. Doa, sapaan, perhatian, dan kehadiran seorang penyuluh dapat menjadi sumber kekuatan bagi pasien untuk menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang dan penuh harapan.

Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan umat, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Pelayanan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat sekaligus bentuk penguatan nilai kemanusiaan dan kepedulian.

Semoga Theresia Suharyantie bersama seluruh pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Wirosaban diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesembuhan sehingga dapat segera kembali ke rumah serta menjalankan aktivitas seperti sediakala.

“Semoga Tuhan Yesus senantiasa memberikan perlindungan, kekuatan, dan kesembuhan. Amin.” (ej)

Leave a Reply