Berita

Penyuluh Kristen Kemenag Kota Yogyakarta Ikuti Konser Doa bagi Bangsa, Kobarkan Semangat Persatuan Generasi Muda

Yogyakarta(Kemenag Kota Yogyakarta)– Semangat persatuan dan kepedulian terhadap masa depan bangsa diwujudkan melalui kegiatan Konser Doa bagi Bangsa yang digelar pada Rabu (28/10/2026), pukul 17.00 WIB, di Aula Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak generasi muda lintas komunitas Kristen bersatu dalam doa bagi pemulihan dan kemajuan Indonesia.

Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta turut mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari keterlibatan dalam membangun kehidupan keagamaan yang rukun, memperkuat nilai kebangsaan, serta mendorong generasi muda untuk mengambil peran positif bagi masyarakat dan bangsa.

Mengusung semangat kebersamaan dalam keberagaman, kegiatan ini dihadiri Lurah Terban, Ketua Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSG) se-Kota Yogyakarta, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Persekutuan Doa Derin Sagan, Persekutuan Pelayanan Hamba Tuhan Garis Depan (PPTHGD), Komunitas Menara Doa Kota Yogyakarta, Persatuan Pemuda Level Up DIY, serta pelajar dan mahasiswa Kristen di Yogyakarta.

Pembimas Kristen DIY, Pdt. Paulus Freddy Krissanjaya, dalam sambutannya mengajak generasi muda untuk terus memelihara semangat berdoa bagi kota dan bangsa. Menurutnya, doa merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian sekaligus kecintaan terhadap tanah air.

Ia berharap generasi muda tidak hanya memiliki semangat dalam kehidupan pribadi dan komunitas, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi bangsa melalui doa dan tindakan nyata. Semangat tersebut diharapkan menjadi landasan bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, Ketua BKSG se-Kota Yogyakarta, Pdt. Fendy Susanto, mengajak seluruh peserta untuk menjaga keberlanjutan persekutuan dan tidak menjadikan doa sebagai kegiatan yang hanya dilakukan pada momentum tertentu.

“Persekutuan yang indah ini jangan berhenti. Berdoalah dengan setia dan jangan menunggu waktu tertentu, tetapi pergunakan waktu untuk terus berdoa bagi Indonesia,” pesannya.

Menurutnya, kebersamaan dalam doa perlu terus dipelihara sebagai wujud kesatuan hati dan kepedulian terhadap bangsa. Dengan demikian, semangat yang terbangun melalui kegiatan ini tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi menjadi gerakan bersama dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Lurah Terban mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, kesatuan dalam perbedaan merupakan nilai yang harus terus dirawat agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis dan penuh toleransi.

Penyelenggaraan Konser Doa bagi Bangsa yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini memberikan pesan tersendiri bagi generasi muda. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 diharapkan terus hidup melalui berbagai bentuk kontribusi positif, termasuk membangun kepedulian sosial, memperkuat kerukunan, dan mendoakan masa depan bangsa.

Keterlibatan Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Yogyakarta dalam kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap penguatan kehidupan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat. Penyuluh agama memiliki peran strategis tidak hanya dalam pembinaan umat, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, cinta tanah air, serta semangat persaudaraan di tengah keberagaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat doa dan persatuan semakin tumbuh di kalangan generasi muda. Momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam perjalanan bangsa.

Dengan semangat kebersamaan dan iman, setiap pribadi diharapkan dapat menjadi bagian dari pembangunan negeri, menghadirkan kontribusi sesuai bidang dan kemampuannya, serta terus menjaga semangat untuk Indonesia yang lebih baik.(Oka)

Leave a Reply