Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Yogyakarta Perkuat Iman Warga Binaan melalui Pembinaan Rohani

Yogyakarta (Garakat) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Komunitas Doa Kharismatik Katolik Talita Kum Paroki Banteng melaksanakan pembinaan iman bagi warga binaan Kristiani di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Yogyakarta, Selasa (4/8/2026).
Pembinaan iman dikemas dalam ibadah singkat yang dipimpin Alexander Murdoko. Firman Tuhan yang direnungkan bersumber dari Injil Matius 14:22–36 dengan tema “Allah Maha Kasih.”
Dalam renungannya, Alexander Murdoko mengajak para peserta memaknai kisah Yesus dan para rasul yang menghadapi badai di tengah danau. Menurutnya, badai dalam kehidupan manusia dapat hadir dalam berbagai bentuk, termasuk persoalan dan tantangan yang terkadang membuat seseorang merasa takut, bimbang, dan kehilangan harapan.
Ia mengajak peserta belajar dari pengalaman Petrus yang nyaris tenggelam karena keraguannya ketika berjalan di atas air. Ketika Petrus mulai bimbang, ia kehilangan fokus dan akhirnya membutuhkan pertolongan Yesus.
“Badai kehidupan bisa datang kepada siapa saja. Ketika menghadapi persoalan, jangan sampai kita kehilangan kepercayaan dan harapan kepada Allah. Iman meneguhkan kita karena Yesus selalu hadir bagi umat-Nya,” ungkapnya.
Pembinaan iman tersebut diikuti 14 warga binaan Kristiani, satu perwakilan MMK, lima anggota Komunitas Doa Kharismatik Katolik Talita Kum Paroki Banteng, serta dua Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta, yakni Arnoldus Suluh Dwi Candra, S.S., dan Kristoforus Moses Jamwav, S.E.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Para warga binaan mengikuti rangkaian ibadah dengan antusias sebagai ruang untuk mendapatkan penguatan rohani sekaligus menumbuhkan kembali harapan dalam menjalani proses pembinaan.
Melalui pembinaan iman yang dilaksanakan secara rutin, Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan pendampingan rohani bagi warga binaan. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari pelayanan keagamaan untuk memperkuat iman, menumbuhkan harapan, serta memberikan semangat dalam menjalani proses pembinaan menuju kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara Kementerian Agama dan komunitas keagamaan dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan spiritual warga binaan secara berkelanjutan. (Utha)



