Berita

Pembinaan Spiritual di Rutan, KUA Mantrijeron Tebarkan Harapan

Yogyakarta, (KUA Mantrijeron) – Fatkur Rohman, Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron, memberikan pembinaan keagamaan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan bagi warga binaan di Masjid At-Taqwa Rutan Kelas IIA Yogyakarta, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan diawali dengan Madrasah Al-Qur’an untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid. Setelah itu, pembinaan dilanjutkan dengan penguatan spiritual guna membangkitkan semangat, memperkokoh keimanan, dan memotivasi warga binaan agar terus memperbaiki diri.

Dalam materinya, Fatkur Rohman mengajak warga binaan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT.

“Setiap orang punya masa lalu dan setiap orang punya masa depan. Masa lalu bukan akhir dari segalanya. Selama masih diberi kesempatan hidup, pintu taubat selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali kepada Allah.”

Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Yusuf ayat 87:

“…Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah (QS. Yusuf: 87)»

Selain itu, Fatkur juga mengingatkan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 222:

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Sebagai penutup motivasi, ia menyampaikan pitutur Jawa, “Baju robek-robekmu dondomono, mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane,” yang bermakna perbaikilah diri selagi masih ada kesempatan dan jalan menuju kebaikan masih terbuka lebar.

Kepala KUA Mantrijeron, Setyo Purwadi, S.Ag., mengapresiasi kegiatan pembinaan tersebut sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Pembinaan spiritual di lingkungan rutan merupakan ikhtiar membangun harapan dan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada warga binaan. Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Setyo Purwadi.

Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, diharapkan warga binaan semakin optimis menata masa depan, memperbanyak amal saleh, serta meyakini bahwa rahmat Allah SWT selalu terbuka bagi hamba yang bersungguh-sungguh bertaubat dan memperbaiki diri. (FR)

Leave a Reply