Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron Laksanakan Pembinaan Penuntasan Buta Huruf Al-Qur’an bagi Lansia

Yogyakarta, (KUA Mantrijeron) – Dalam rangka mendukung upaya penuntasan buta huruf Al-Qur’an di masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Mantrijeron melaksanakan kegiatan pembinaan di Majelis Taklim An-Nafi’ yang bertempat di Masjid Miftahul Jannah, Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Rabu (5/8). Kegiatan ini diikuti oleh jamaah ibu-ibu lansia yang secara rutin mengikuti pembelajaran membaca Al-Qur’an.
Pembinaan dilaksanakan melalui pembelajaran Iqra’ dengan metode privat tahsin. Setiap jamaah membaca secara bergantian di hadapan penyuluh untuk mendapatkan bimbingan dan koreksi bacaan secara langsung. Metode ini diterapkan agar kemampuan membaca setiap peserta dapat dipantau sesuai dengan tingkat penguasaannya, sehingga proses belajar berlangsung lebih efektif dan terarah.
Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Mantrijeron, Maduretno, S.Ag., menyampaikan bahwa program Penuntasan Buta Huruf Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk layanan pembinaan keagamaan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk belajar membaca Al-Qur’an.

“Belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Semangat ibu-ibu lansia di Majelis Taklim An-Nafi’ menjadi inspirasi bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Melalui pembelajaran secara privat, kami berharap setiap jamaah memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya sehingga kemampuan membaca Al-Qur’an dapat meningkat secara bertahap,” ujar Maduretno.
Melalui kegiatan ini, KUA Kemantren Mantrijeron berkomitmen untuk terus memperkuat layanan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Program Penuntasan Buta Huruf Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang semakin cinta Al-Qur’an serta mampu membaca dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. (azz)



