Berita

Suluh Hati KUA Mantrijeron Ajak Jamaah Maknai Kemerdekaan dengan Taubat dan Integritas

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) — Dalam rangka menyemarakkan bulan kemerdekaan, KUA Mantrijeron kembali menggelar program Suluh Hati melalui kegiatan kultum ba’da salat Zuhur di Masjid Al Mustaqim Mantrijeron, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KUA Mantrijeron dengan Takmir Masjid Al Mustaqim sebagai upaya memperkuat syiar keagamaan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

Kultum disampaikan oleh Fatkur Rohman, M.Pd.I., Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah merefleksikan makna kemerdekaan bangsa Indonesia. Menurutnya, perjuangan para pahlawan yang dahulu mengusir penjajah hendaknya menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk mengisi kemerdekaan dengan amal saleh, menjaga persatuan, serta membebaskan diri dari penjajahan hawa nafsu.

“Jika dahulu para pahlawan berjuang mengusir penjajah dari tanah air, maka hari ini perjuangan kita adalah melawan angkara murka dalam diri sendiri, menjauhi segala bentuk kezaliman, serta menolak perilaku korupsi yang merugikan bangsa dan masyarakat,” tutur Fatkur Rohman.

Ia juga mengingatkan pentingnya senantiasa bertaubat dan menjaga kesucian diri sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah ayat 222, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan menuju pribadi yang lebih baik dimulai dari kesungguhan bertaubat, membersihkan hati, dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala KUA Mantrijeron, Setyo Purwadi, S.Ag., menyampaikan bahwa program Suluh Hati merupakan salah satu metode Kementerian Agama dalam menyapa masyarakat secara langsung melalui masjid. Menurutnya, kolaborasi bersama takmir masjid menjadi sarana efektif untuk memperkuat ukhuwah, membangun komunikasi, serta menyampaikan informasi dan program-program Kementerian Agama kepada jamaah.

“Melalui program Suluh Hati, KUA hadir di tengah masyarakat, tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga membangun kolaborasi yang erat dengan takmir masjid sehingga informasi dan pelayanan Kementerian Agama dapat tersampaikan dengan baik kepada jamaah,” ujar Setyo Purwadi.

Senada dengan hal tersebut, Takmir Masjid Al Mustaqim, Burhanudin, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin bersama KUA Mantrijeron. Menurutnya, program Suluh Hati memberikan manfaat bagi jamaah karena menghadirkan siraman rohani sekaligus mempererat hubungan antara KUA dan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KUA Mantrijeron atas kolaborasi melalui program Suluh Hati. Semoga kegiatan ini terus berlanjut sehingga masjid semakin hidup dengan kegiatan pembinaan keagamaan dan jamaah memperoleh manfaat dari ilmu yang disampaikan,” ungkap Burhanudin.

Sementara itu, Ustadz Karmin, S.Ag., M.S.I., Penyuluh Agama Islam Ahli Madya KUA Mantrijeron yang turut mendampingi pelaksanaan program, menyampaikan bahwa Suluh Hati merupakan media dakwah yang mendekatkan penyuluh agama dengan masyarakat. Menurutnya, kehadiran penyuluh di masjid tidak hanya menyampaikan tausiyah, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, konsultasi keagamaan, dan penyebarluasan informasi program-program Kementerian Agama sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh jamaah.

Program Suluh Hati diharapkan terus menjadi media dakwah yang menyejukkan, menguatkan nilai-nilai keislaman, serta menumbuhkan semangat masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan akhlak mulia, integritas, dan kepedulian terhadap sesama. (Fr)

Leave a Reply