Tim Riset MTsN 1 Yogyakarta Tembus 30 Besar OMI Nasional, Angkat Isu Inklusivitas Jamaah Tuli

Yogyakarta (MTsN 1 Yogyakarta) – Kabar membanggakan datang dari MTsN 1 Yogyakarta. Tim riset Olimpiade Madrasah Indonesia atau OMI 2026 madrasah ini berhasil lolos ke babak 30 besar tingkat nasional.
Tim tersebut beranggotakan 3 siswa, yaitu Alana Almahyra Putri, Muhammad Arifianto Nugi, dan Laras Arifatunisa. Mereka mengusung judul penelitian “Khutbah Tanpa Batas: Pengaruh Juru Bahasa Isyarat Terhadap Sikap Inklusif Murid MTsN 1 Yogyakarta”.Penelitian ini masuk dalam kategori Sustainable Development Goals atau SDGs.
Latar belakangnya berangkat dari kenyataan bahwa khutbah Jumat umumnya disampaikan secara lisan. Kondisi ini membuat jamaah Tuli membutuhkan Juru Bahasa Isyarat atau JBI agar dapat memahami pesan khutbah dengan setara.”Kehadiran JBI tidak hanya membantu jamaah Tuli, tetapi juga dapat menjadi contoh nyata bagi murid tentang kepedulian, penghargaan terhadap perbedaan, dan sikap inklusif,” demikian penjelasan tim peneliti.
Pembimbing tim, Ikhsan Hargo Kusumo, akan mendampingi ketiga siswa saat presentasi proposal. Presentasi dijadwalkan berlangsung pada Jumat, (11/09/2026) melalui Zoom pukul 08.00-14.00 WIB. Tim MTsN 1 Yogyakarta mendapat nomor urut tunggu 08 sesuai daftar.

Kepala MTsN 1 Yogyakarta, Musa Surahman, menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada tim.
“Saya berharap tim riset MTsN 1 Yogyakarta dapat mengambil pengalaman berharga, menjalani proses dengan penuh kesadaran dan keutuhan. Belajar menjadi peneliti cilik yang semangat, rendah hati, bersyukur, sekaligus menerima apapun keputusan. Semoga kegiatan penelitian OMI 2026 ini dapat terselesaikan dengan baik.Tetap sehat, bersyukur, dan semangat yang utama,” ujarnya.
Dengan lolosnya ke 30 besar nasional, MTsN 1 Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong siswa untuk berpikir kritis, riset, dan peduli terhadap isu sosial di masyarakat.



