Berita

Muhasabah di Balik Jeruji, Warga Binaan Dalami Makna Ibadah dan Tobat

YOGYAKARTA – Dalam rangka pembinaan kerohanian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, memberikan tausiah keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Yogyakarta, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Ibadah Merupakan Pemenuhan Janji Makhluk kepada Sang Khaliq.”

Di hadapan puluhan warga binaan, Asrofi menyampaikan bahwa ibadah tidak hanya dipahami sebagai rangkaian ritual formal semata, melainkan merupakan bentuk nyata pemenuhan janji seorang hamba kepada Allah SWT sebagaimana telah ditegaskan dalam perjanjian primordial antara manusia dengan Sang Pencipta.

Menurutnya, setiap manusia diciptakan dengan amanah untuk beribadah dan menaati perintah Allah SWT. Oleh karena itu, setiap bentuk ketaatan yang dilakukan seorang hamba merupakan bagian dari upaya menepati janji tersebut.

Dalam tausiahnya, Asrofi mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 40 yang berbunyi, “Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu.” Ayat tersebut, menurutnya, mengandung pesan mendalam tentang hubungan timbal balik antara hamba dan Tuhannya.

“Ketika seorang hamba berusaha memenuhi kewajibannya dengan beribadah, menaati perintah Allah, dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah SWT menjanjikan berbagai kebaikan, mulai dari ketenangan hati, petunjuk hidup, hingga ampunan atas dosa-dosanya,” jelas Asrofi.

Ia juga mengajak para warga binaan untuk memanfaatkan masa pembinaan sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri. Menurutnya, kondisi yang sedang dijalani dapat menjadi kesempatan berharga untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus menata kembali arah kehidupan ke depan.

“Bagi saudara-saudara yang sedang menjalani masa pembinaan, ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan merupakan bukti kesungguhan dalam memenuhi janji kepada Allah. Jika janji itu ditepati, insya Allah pintu tobat, rahmat, dan keberkahan akan terbuka,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Pada sesi tanya jawab, sejumlah warga binaan aktif mengajukan pertanyaan seputar pelaksanaan ibadah dalam kondisi terbatas, amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, serta doa-doa untuk memperoleh ketenangan batin.

Melalui program pembinaan keagamaan ini, KUA Gedongtengen terus memperkuat sinergi dengan pihak lapas dalam memberikan pendampingan spiritual kepada warga binaan. Diharapkan, selain memperoleh kebebasan secara hukum setelah menjalani masa pembinaan, mereka juga mampu meraih kemerdekaan spiritual dan menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.[rafi]

Leave a Reply