Mengaji di Tengah Aktivitas Pasar, KUA Mergangsan Dampingi Pedagang Prawirotaman Belajar Al-Qur’an

Yogyakarta (Humas) – Kesibukan berdagang tidak menyurutkan semangat para pedagang Pasar Prawirotaman untuk terus memperdalam ilmu agama. Hal itu tampak dalam kegiatan pendampingan pembelajaran Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Mergangsan, Kamis (11/7/2026).
Kegiatan tersebut dipandu oleh para penyuluh agama, yakni Hari, Ali Hafidh, Yuni, dan Nabila. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai setiap rangkaian kegiatan yang diikuti oleh para pedagang pasar.
Pembinaan diawali dengan penyampaian materi keislaman tentang fiqih. Materi tersebut diberikan sebagai bekal pengetahuan bagi para peserta agar dapat menjalankan ibadah serta aktivitas sehari-hari, termasuk dalam praktik berdagang, sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Setelah sesi kajian fiqih, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran dan pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama. Para penyuluh mendampingi peserta dalam memperbaiki makharijul huruf, tajwid, serta kelancaran membaca Al-Qur’an. Selain itu, para peserta juga diberikan motivasi untuk terus istiqamah dalam mempelajari kitab suci Al-Qur’an.
Ali Hafidh menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KUA Mergangsan untuk menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas pedagang.
“Kami ingin mendekatkan layanan keagamaan kepada masyarakat sesuai dengan ruang aktivitas mereka. Pasar bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya semangat belajar agama,” ujarnya.
Para pedagang menyambut positif kegiatan tersebut. Menurut mereka, pembinaan rutin yang dilaksanakan memberikan manfaat besar, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memperluas wawasan keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan usaha dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan amanah.
Melalui kegiatan pendampingan ini, KUA Kemantren Mergangsan berharap semangat belajar Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan terwujud masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan.(Ali)



