KUA Wirobrajan Dampingi Guru TK Tingkatkan Kemampuan Baca Al-Qur’an

Yogyakarta, 10 Juni 2026 — Dedikasi dan semangat kolaborasi terus ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan melalui penyelenggaraan kegiatan literasi Al-Qur’an bagi guru taman kanak-kanak yang tergabung dalam Majelis Taklim Cinta Qur’an (MTCQ) Guru TK Patangpuluhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (10/6/2026) di Serambi Masjid Kalimasada.
Melalui program bimbingan belajar Al-Qur’an ini, KUA Wirobrajan menghadirkan layanan keagamaan yang dekat dengan masyarakat, mudah diakses, serta memberikan dampak nyata dalam peningkatan kapasitas keagamaan para pendidik. Para guru mengikuti setiap sesi pembelajaran dengan penuh semangat dan antusiasme, menunjukkan komitmen mereka untuk terus memperbaiki kualitas bacaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an.
Kegiatan literasi Al-Qur’an ini tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kompetensi keagamaan guru, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan saling menguatkan antarpendidik dalam menjalankan peran strategis membentuk karakter anak sejak usia dini. Guru yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas, seperti melalui kelompok guru TK, menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan layanan keagamaan sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Semangat belajar yang ditunjukkan para guru TK Patangpuluhan menjadi ikhtiar bersama dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkarakter. Melalui guru-guru yang terus belajar, tumbuh harapan lahirnya generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keimanan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi Al-Qur’an dapat dimulai dari lingkungan pendidikan dan terus menggema melalui para pendidik yang menginspirasi. Dengan sinergi antara penyuluh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat, upaya membumikan Al-Qur’an di tengah kehidupan akan semakin luas manfaat dan dampaknya.[ekoAW]



