Berita

KUA Gondomanan Gelar Bimbingan Rutin di Masjid Muttaqien Pasar Beringharjo

Yogyakarta, 11 Juni 2026 — Komitmen untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat terus diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh para penyuluh agama KUA Gondomanan. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Kamis di Madrasah Al-Qur’an Muttaqien, Masjid Muttaqien Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta.

Bimbingan tersebut dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan, yakni Samlawi Ersyad, S.Ag., Astuti, S.H.I., dan Suhartanto, S.Ag. Sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan ini, dengan mayoritas berasal dari kalangan lanjut usia (lansia) yang menunjukkan semangat tinggi untuk terus belajar serta memperbaiki bacaan Al-Qur’an.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembelajaran Al-Qur’an secara privat yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Pendekatan ini memungkinkan para peserta memperoleh pendampingan yang lebih intensif, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan nyaman.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pembelajaran murottal Al-Qur’an menggunakan irama Rost yang dipandu oleh Ustadz Ngaliman, S.Ag. Metode tersebut menghadirkan suasana belajar yang lebih hidup dan menyenangkan, sekaligus membantu peserta memahami kaidah tajwid dan memperindah bacaan Al-Qur’an.

Antusiasme peserta tampak dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran dan latihan bacaan. Meski sebagian besar telah memasuki usia lanjut, semangat untuk terus mendekatkan diri kepada Al-Qur’an tidak surut. Hal ini menjadi inspirasi bahwa belajar Al-Qur’an dapat dilakukan sepanjang hayat.

Program Bimbingan Al-Qur’an ini merupakan wujud kolaborasi antara Masjid Muttaqien Pasar Beringharjo dan KUA Gondomanan dalam memperluas layanan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan pendampingan yang berkelanjutan serta memperkuat budaya literasi Al-Qur’an.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara konsisten ini, diharapkan semangat belajar Al-Qur’an dapat terus tumbuh di berbagai lapisan masyarakat, khususnya di kalangan lansia. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dipahami melalui bacaan, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam membangun pribadi dan masyarakat yang religius.[novi]