KUA Tegalrejo Gelar Pembinaan Peserta STQH Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026

Yogyakarta (KUA Tegalrejo) — Kantor Urusan Agama (KUA) Tegalrejo menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi 18 peserta Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Kafilah Kemantren Tegalrejo, Jumat (28/8/2026). Kegiatan berlangsung di Balai Nikah KUA Tegalrejo sebagai bagian dari persiapan peserta menghadapi ajang STQH.
Pembinaan menghadirkan dua pelatih berpengalaman, yakni Drs. Iman Sukiman sebagai pelatih bidang tilawah dan Dr. Ahmad Fauzi Khairuman, M.Ag. sebagai pelatih tahfidz. Keduanya memberikan pembekalan kepada para peserta untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memantapkan kesiapan mereka dalam mengikuti seleksi.

Kegiatan pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dan motivasi kepada para peserta. Melalui pembinaan tersebut, peserta diharapkan mampu menjalani proses persiapan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh keikhlasan.
Kepala KUA Tegalrejo dalam sambutannya mengingatkan para peserta agar senantiasa meluruskan niat dalam mengikuti STQH. Menurutnya, kemampuan membaca maupun menghafal Al-Qur’an hendaknya tidak berhenti pada pencapaian prestasi, tetapi menjadi bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.
“Luruskan niat. Setiap ayat yang dibaca, setiap ayat yang dihafal, hendaknya menjadikan salah satu jalan dakwah menuju ketaatan.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa STQH bukan semata-mata ajang perlombaan untuk meraih juara, melainkan momentum untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara terarah, para peserta diharapkan semakin percaya diri dan mampu memberikan penampilan terbaik pada STQH. Lebih dari itu, mereka diharapkan dapat menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an, menjaga hafalannya, memperindah bacaannya, serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
KUA Tegalrejo berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan pembinaan dengan penuh kesungguhan. Semangat berlatih, menjaga adab terhadap Al-Qur’an, serta menjadikan setiap proses sebagai bagian dari ibadah diharapkan menjadi bekal penting bagi Kafilah Kemantren Tegalrejo dalam menghadapi STQH.
Dengan semangat “berprestasi bersama Al-Qur’an, berdakwah melalui ketaatan”, Kafilah Kemantren Tegalrejo diharapkan mampu membawa nama baik kemantren sekaligus menghadirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga kuat dalam pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.(muthi)



