MAN 1 Yogyakarta Perkuat Kualitas Pelayanan Publik melalui Pelatihan Pelayanan Prima

Sleman (MAN 1 Yogya) – MAN 1 Yogyakarta memperkuat kualitas pelayanan publik melalui Pelatihan Pelayanan Prima bagi pegawai, Jumat (28/8/2026). Bertempat di Hotel MM UGM, kegiatan ini menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Pelatihan diikuti Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, satuan pengamanan, tenaga kependidikan, dan tim Humas MAN 1 Yogyakarta. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas PTSP.
Kepala Tata Usaha MAN 1 Yogyakarta Isti Wahyuni, S. E., M. M., menyampaikan bahwa kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dalam pelayanan. Hal ini mengingat MAN 1 Yogyakarta merupakan salah satu madrasah yang banyak menerima kunjungan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan daerah dan pejabat pemerintah.
“Public speaking penting karena kita harus mampu melayani semua tamu yang berkunjung ke madrasah mulai dari orang tua murid yang membutuhkan layanan, sampai dengan berbagai tamu yang berkunjung ke MAN 1 Yogyakarta,” ujar Isti.
Isti menambahkan, satuan pengamanan juga memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pihak yang pertama kali berinteraksi dengan tamu. Kesan pertama yang baik perlu dibangun sejak seseorang memasuki lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas madrasah.
“Menurut Edi, pelayanan publik adalah sesuatu yang pasti. “Karena itu, kepastian layanan publik di MAN 1 Yogyakarta harus kita upayakan secara maksimal agar masyarakat merasa puas setelah datang ke madrasah,” tutur Edi.

Selain itu, Edi menggarisbawahi bahwa pelayanan tidak cukup dipandang sebagai kewajiban pekerjaan. Setiap pegawai perlu menghadirkan ketulusan dalam menjalankan tugas. “Layanan bukan sekadar ketugasan, tetapi datang dari hati sebagai bagian dari keimanan,” imbuh Edi.
Sementara itu, narasumber pelatihan, Ranny Albany, dari Microphonia Public Speaking Training, mengajak peserta memahami bahwa pelayanan (service) bukan sekadar menyelesaikan urusan, tetapi juga membangun rasa dan pengalaman positif bagi pengguna layanan. Excellent service berarti memberikan pelayanan yang mampu melampaui ekspektasi masyarakat.
Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya first impression, bahasa tubuh, intonasi, serta pemilihan kata dalam berkomunikasi.
“Dalam pelayanan, ungkapan seperti “tunggu sebentar” dapat diganti dengan bahasa yang lebih santun dan memberikan kepastian, seperti “Mohon berkenan menunggu beberapa saat, kami akan segera membantu Bapak/Ibu.” Jelas Ranny.
Walaupun telah melampaui 2 jam, acara yang dibawakan oleh Ranny ini terasa kurang waktu. Semua perserta merasa mendapatkan ‘insight’ tentang apa dan bagaimana seni melayani publik. MAN 1 berupaya mengagendakan kembali acara seperti ini dengan peserta seluruh guru dan tenaga kependidikan karena pelayanan publik merupakan tugas semua warga MAN 1 Yogyakarta.
Melalui pelatihan ini, MAN 1 Yogyakarta mendorong terbentuknya budaya pelayanan yang ramah, santun, profesional, dan penuh kepedulian. Setiap interaksi dengan masyarakat diharapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan citra positif serta menunjukkan karakter MAN 1 Yogyakarta sebagai institusi pendidikan yang memberikan pelayanan terbaik. (luf)



