Berita

KUA Mergangsan Ikuti Pengajian Akhlak, Teguhkan Adab sebagai Pondasi

Yogyakarta (KUA Mergangsan) – Dalam rangka memperdalam wawasan keagamaan dan memperkuat pemahaman tentang pentingnya akhlak mulia, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Mergangsan, Ali Hafidh, mengikuti pengajian bapak-bapak Majelis Taklim Ma’rifatuddin di Masjid Baitun Naim, Jumat (26/6/2026).

Pengajian menghadirkan Kyai Dimhari Nur Hasyim yang menyampaikan materi bertema “Adab dan Akhlak”. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa adab merupakan pondasi utama yang harus dimiliki setiap muslim sebelum ilmu diamalkan dalam kehidupan.

“Ilmu tanpa adab akan kehilangan keberkahannya. Sebaliknya, ilmu yang disertai akhlak mulia akan menjadi cahaya yang membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Kyai Dimhari di hadapan jamaah.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti puluhan jamaah Majelis Taklim Ma’rifatuddin. Selain menyimak materi, para peserta juga aktif berdiskusi mengenai penerapan adab dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun saat menjalankan amanah pekerjaan dan pengabdian.

Ali Hafidh mengapresiasi terselenggaranya pengajian tersebut sebagai bagian dari pembinaan keagamaan yang mampu memperkuat karakter umat. Menurutnya, majelis taklim memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Islam yang tidak hanya menekankan aspek ibadah, tetapi juga pembentukan akhlak dan etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai adab dan akhlak yang disampaikan dapat menjadi pedoman bagi seluruh peserta untuk membentuk pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Pembinaan semacam ini juga sejalan dengan komitmen KUA Mergangsan dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan memperkuat karakter masyarakat melalui kegiatan penyuluhan dan majelis taklim. (ali)