Berita

Penyuluh KUA Gondomanan Hadiri Muharram Ceria, Tebar Kepedulian untuk Yatim dan Dhuafa

Yogyakarta (KUA Gondomanan) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan, Achmad Muslih, S.Hum., menghadiri kegiatan “Muharram Ceria” yang diselenggarakan di Gedung Persaudaraan Djamaah Haji Indonesia (PDHI) Kota Yogyakarta, Kamis (25/6/2026). Kehadiran KUA Gondomanan menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial-keagamaan yang memperkuat kepedulian dan syiar Islam di tengah masyarakat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh PDHI Kota Yogyakarta tersebut mengusung semangat berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa dalam momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Ketua Panitia, Alis Mukhlis, M.Ag., menjelaskan bahwa penyelenggaraan Muharram Ceria merupakan ungkapan rasa syukur atas terbitnya Surat Keputusan (SK) Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) PDHI pada Mei 2026. Sebagai tindak lanjut dari amanah tersebut, PDHI menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan di bulan Muharram.

“Kami berharap keberadaan LAZIS PDHI dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus menjadi sarana memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial,” ujar Alis Mukhlis.

Selain penyaluran santunan, kegiatan semakin semarak dengan penampilan dongeng Islami dari pendongeng nasional Kak Bimo. Melalui cerita-cerita yang inspiratif dan komunikatif, anak-anak diajak memahami nilai-nilai kejujuran, kasih sayang, kepedulian, dan akhlak mulia dengan cara yang menyenangkan.

Penyuluh Agama KUA Gondomanan, Achmad Muslih, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum Muharram merupakan saat yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menanamkan pendidikan karakter kepada generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan bernilai edukatif.

Melalui kegiatan Muharram Ceria, diharapkan semangat berbagi, kepedulian terhadap sesama, dan pembentukan karakter Islami dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai keagamaan tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang membawa manfaat bagi umat.[AhMuch]