Kolaborasi dan Sinergi Nyata, Penyuluh Agama KUA Wirobrajan Dekatkan ASN dengan Al-Qur’an Melalui Metode Semaan

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Komitmen membangun budaya religius di lingkungan pemerintahan terus diwujudkan melalui kolaborasi antara KUA Wirobrajan dan Kemantren Wirobrajan. Salah satu implementasinya tampak dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTCQ) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026) di Aula Bugis Kemantren Wirobrajan.
Kegiatan yang didampingi langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Rachimatullaili, ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan ASN terhadap kitab suci sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, peserta mengikuti pembelajaran menggunakan metode semaan, yakni membaca Al-Qur’an secara bergantian sambil saling menyimak, mengoreksi, dan memperbaiki bacaan. Metode ini menciptakan suasana belajar yang interaktif, nyaman, dan penuh kebersamaan sehingga peserta lebih mudah memahami kaidah bacaan yang benar.
Rachimatullaili menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Penyuluh Agama Islam untuk menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang semakin dekat dengan masyarakat, termasuk di lingkungan aparatur pemerintah. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, ASN diharapkan tidak hanya semakin fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam memberikan pelayanan yang profesional, berintegritas, dan humanis kepada masyarakat.
“Metode semaan menjadi sarana belajar yang sederhana namun efektif. Selain memperbaiki bacaan, peserta juga saling memotivasi sehingga semangat belajar Al-Qur’an terus tumbuh di lingkungan kerja,” ujar Rachimatullaili.
Program MTCQ Kemantren Wirobrajan menjadi wujud nyata sinergi antara KUA Wirobrajan dan Kemantren Wirobrajan dalam memperkuat pembinaan keagamaan bagi ASN. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat karakter spiritual aparatur sebagai fondasi dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.
Melalui kehadiran Penyuluh Agama Islam secara aktif di lingkungan pemerintahan, semangat “Penyuluh Hadir Lebih Dekat dengan Umat” terus diwujudkan. Diharapkan, pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan ASN yang berakhlak mulia, profesional, serta menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan bermasyarakat.[ekoAW]



