Kemenag Kota Yogyakarta Perkuat Pengalaman Praktis Mahasiswa STAIT melalui Program Magang

Yogyakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menerima kunjungan dosen pendamping dalam rangka penarikan mahasiswa magang dari Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu (STAIT). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya proses pembelajaran lapangan bagi empat mahasiswa yang telah melaksanakan praktik magang di sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di lingkungan Kemenag Kota Yogyakarta.
Keempat mahasiswa tersebut ditempatkan di tiga KUA, yakni dua mahasiswa di KUA Wirobrajan, satu mahasiswa di KUA Tegalrejo, dan satu mahasiswa di KUA Mantrijeron. Penarikan mahasiswa dilakukan oleh Diky Artanto, M.Pd., selaku dosen dari Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) STAIT.
Dalam kesempatan tersebut, Diky Artanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenag Kota Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa STAIT untuk belajar secara langsung di lingkungan kerja Kementerian Agama. Menurutnya, program magang ini memberikan pengalaman, wawasan, serta pengetahuan baru yang tidak seluruhnya diperoleh melalui pembelajaran di bangku perkuliahan.
Ia mengungkapkan bahwa kerja sama program magang tersebut telah beberapa kali dilaksanakan, termasuk pada tahun sebelumnya. Seluruh rangkaian kegiatan kali ini pun dapat berjalan dengan lancar.

Diky berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di KUA dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan studi, khususnya ketika memasuki dunia kerja yang memiliki dinamika dan tantangan berbeda dengan kehidupan akademik.
“Kami berharap apa yang diperoleh selama magang dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa. Ada hal-hal yang mungkin tidak didapatkan di kampus, tetapi bisa mereka pelajari secara langsung di Kemenag Kota Yogyakarta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap program kemitraan ini dapat terus berkelanjutan dan dikembangkan menjadi lebih baik pada masa mendatang. Tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, program ini juga diharapkan semakin memperkuat hubungan kelembagaan antara STAIT dan Kemenag Kota Yogyakarta.
Ia juga berpesan agar mahasiswa tetap menjaga silaturahmi dan membangun jejaring seluas-luasnya. Menurutnya, relasi dan jaringan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesuksesan. Hal tersebut sejalan dengan tujuan program PPM yang mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman dan pengetahuan melalui interaksi dengan berbagai pihak di luar lingkungan kampus.
Sementara itu, perwakilan Kemenag Kota Yogyakarta menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah mengikuti proses pembelajaran dan membantu pelaksanaan berbagai aktivitas layanan di KUA. Pengalaman selama magang diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai tugas dan fungsi KUA, tetapi juga membangun kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat serta pentingnya memberikan pelayanan yang baik.
Masukan dan evaluasi dari mahasiswa selama menjalani praktik lapangan juga menjadi perhatian bagi Kemenag Kota Yogyakarta. Berbagai pengalaman yang mereka temukan secara langsung, termasuk terkait proses pelayanan dan dinamika di masing-masing KUA, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas layanan ke depan.
Sebagai salah satu tindak lanjut penguatan kualitas pelayanan, Kemenag Kota Yogyakarta juga merencanakan kegiatan peningkatan kapasitas layanan dengan melibatkan perwakilan petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di KUA.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan pesan agar senantiasa menjaga semangat, kesungguhan, dan tanggung jawab dalam menjalankan setiap amanah. Status sebagai mahasiswa saat ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya melalui proses belajar yang sungguh-sungguh.
Mahasiswa didorong untuk mulai merencanakan masa depan, memanfaatkan kemudahan fasilitas dan teknologi yang tersedia, serta tidak melupakan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh hendaknya tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi umat.
“Berikan waktu untuk umat dan untuk dakwah. Apa pun amanah yang sedang dijalankan, laksanakan dengan sebaik-baiknya. Setiap proses pasti memiliki akhir, dan kesungguhan dalam menjalani proses itulah yang akan menjadi bekal menuju kesuksesan,” pesannya.
Penarikan mahasiswa magang ini bukan sekadar mengakhiri rangkaian praktik lapangan, melainkan juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah. Melalui kolaborasi semacam ini, Kemenag Kota Yogyakarta turut membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal secara langsung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pengabdian kepada masyarakat.
Diharapkan pengalaman empat mahasiswa STAIT selama menjalani magang di KUA Wirobrajan, Tegalrejo, dan Mantrijeron menjadi bekal untuk melangkah ke jenjang berikutnya, tumbuh sebagai pribadi yang kompeten, berintegritas, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat. Silaturahmi dan kerja sama yang telah terjalin pun diharapkan terus berlanjut pada kesempatan mendatang.(Nis)



