Berita

Kemenag Kota Yogyakarta Dorong Kurikulum Madrasah Adaptif dan Berkarakter Qur’ani

Yogyakarta (Penmad) – Penguatan mutu pendidikan madrasah tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui kurikulum yang relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik. Hal tersebut menjadi perhatian Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam kegiatan Uji Publik Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Madrasah Aliyah Tahfidz Qur’an Harun Asy-Syafi’i Yogyakarta Tahun Pelajaran 2026/2027, Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di MA Tahfidz Qur’an Harun Asy-Syafi’i Yogyakarta tersebut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Musyadad, S.Pd.I., M.S.I. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan Kemenag Kota Yogyakarta terhadap upaya madrasah dalam mengembangkan dan meninjau kembali kurikulum satuan pendidikan agar semakin berkualitas dan sesuai dengan arah pengembangan pendidikan madrasah.

Uji publik ini menjadi tahapan penting dalam proses penyusunan dan penyempurnaan kurikulum. Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan administratif, forum tersebut diharapkan dapat membuka ruang partisipasi, menyerap berbagai masukan, serta membangun kesepahaman mengenai arah pendidikan yang ingin diwujudkan oleh madrasah.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Musyadad menekankan bahwa uji publik kurikulum harus dimaknai sebagai ruang dialog yang produktif, tempat berbagai pemikiran dan gagasan dapat dipertemukan untuk menghasilkan kurikulum yang benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan madrasah.

“Harapan kami, kegiatan uji publik kurikulum ini tidak sekadar menjadi forum formalitas, tetapi benar-benar menjadi ruang dialog, bertukar gagasan, dan menyatukan komitmen untuk memajukan MA Harun Asy-Syafi’i Yogyakarta,” ungkapnya.

Ia juga berharap kurikulum yang dihasilkan mampu membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kekuatan iman, dan kemuliaan akhlak. Terlebih, sebagai madrasah yang memiliki kekhasan pendidikan tahfiz Al-Qur’an, MA Harun Asy-Syafi’i diharapkan mampu mengintegrasikan penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dengan pengembangan kompetensi peserta didik.

“Semoga kurikulum yang dihasilkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya kurikulum sebagai instrumen strategis dalam membentuk karakter dan menyiapkan generasi masa depan. Kurikulum madrasah tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus memberikan ruang bagi tumbuhnya nilai-nilai keagamaan, pembiasaan akhlak mulia, serta pengembangan potensi dan keterampilan peserta didik.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Yogyakarta mendorong MA Tahfidz Qur’an Harun Asy-Syafi’i untuk terus melakukan pengembangan pendidikan secara terarah dan berkelanjutan. Sinergi antara madrasah dan para pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk menghadirkan kurikulum yang kontekstual, berkualitas, serta tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.

Dengan demikian, hasil uji publik diharapkan tidak berhenti pada dokumen kurikulum, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan yang berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran dan pembentukan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.(Lis)

Leave a Reply