Berita

Penyuluh Agama Buddha Kota Yogyakarta Turut Sukseskan Pindapata dan Perayaan Kathina Dana di Vihara Buddha Prabha

YOGYAKARTA (Humas) – Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Totok, S.Ag. dan Partini, S.Pd.B., turut berperan aktif dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Pindapata dan Perayaan Kathina Dana di Vihara Buddha Prabha Yogyakarta, Minggu (1/11/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Pindapata pada pukul 07.00 WIB di sepanjang kawasan Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta. Pindapata merupakan tradisi dalam agama Buddha berupa kegiatan persembahan dana makanan kepada Bhikkhu Sangha sebagai wujud praktik kemurahan hati (dana), ketulusan, dan pengembangan kebajikan.

Kegiatan Pindapata mendapat sambutan antusias dari umat Buddha di Yogyakarta. Tidak hanya umat Buddha, masyarakat umum juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha kepada masyarakat luas.

Setelah kegiatan Pindapata, rangkaian acara dilanjutkan dengan Puja Bakti Kathina Dana di Vihara Buddha Prabha Yogyakarta. Kegiatan diikuti umat Buddha dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, generasi muda, orang tua hingga Romo Pandita. Kebersamaan lintas generasi ini mencerminkan semangat persaudaraan dan komitmen umat dalam menjaga serta melestarikan Buddha Dharma.

Dalam kesempatan tersebut, Dhammadesana disampaikan oleh Bhikkhu Sasana Bodhi Mahathera. Dalam uraian Dhamma-nya, beliau menekankan bahwa upaya melestarikan Buddha Dharma tidak cukup hanya melalui ucapan atau kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pelestarian Buddha Dharma hendaknya dimulai dari diri sendiri dengan mempraktikkan ajaran Buddha dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan.

Keikutsertaan Penyuluh Agama Buddha dalam kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan dan pelayanan keagamaan kepada umat. Kehadiran penyuluh di tengah kegiatan keagamaan diharapkan dapat memperkuat komunikasi, pendampingan, serta meningkatkan semangat umat dalam menjalankan ajaran agamanya.

Melalui momentum Kathina Dana ini, diharapkan umat Buddha semakin mengembangkan kemurahan hati, memperkuat keyakinan, serta menjadikan praktik Dhamma sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Semangat berdana dan kebersamaan yang terbangun juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat Kota Yogyakarta yang rukun, harmonis, dan penuh toleransi.[Kalyani]

Leave a Reply