Berita

Wujudkan “Penyuluh Bergerak dan Berdampak”, KUA Umbulharjo Turun Aksi Bersihkan Sungai Gajah Wong

Yogyakarta (KUA Umbulharjo) — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Umbulharjo dengan mengikuti kegiatan sambang wilayah dan kerja bakti bersama masyarakat di kawasan Gardu Pandang Sungai Gajah Wong, Jumat (25/9/2026).

Kepala KUA Umbulharjo, Sehona, S.Ag., bersama Penyuluh Agama Islam Khaerudin, S.Ag., dan Iqbal Haraka, turut turun langsung dalam kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut. Kegiatan berlangsung diGardu Pandang Sungai Gajah Wong, Muja Muju.

Kegiatan sambang wilayah dan kerja bakti tersebut diselenggarakan oleh Jawatan Praja dengan pimpinan MPP Umbulharjo dan melibatkan unsur pemerintah wilayah bersama masyarakat. Selain menjadi sarana menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Sehona mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kerja bakti memiliki makna lebih dari sekadar membersihkan lingkungan karena di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong.

“Kerja bakti bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian. Ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, akan tumbuh rasa memiliki terhadap lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan KUA dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang dekat dengan masyarakat. KUA tidak hanya hadir dalam urusan administrasi dan pelayanan keagamaan, tetapi juga berupaya membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Hal senada terlihat dari keterlibatan Penyuluh Agama Islam Khaerudin dan Iqbal Haraka. Sebagai penyuluh, keduanya tidak hanya menjalankan pembinaan keagamaan, tetapi juga aktif membangun komunikasi dan mengambil bagian dalam kegiatan sosial di wilayah binaan.

Keterlibatan tersebut sejalan dengan semangat “Penyuluh Bergerak dan Berdampak”, yakni menghadirkan nilai-nilai agama melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, gotong royong, dan penguatan hubungan sosial menjadi bagian dari praktik nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan di bantaran Sungai Gajah Wong ini diharapkan dapat mendorong semakin kuatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, KUA, penyuluh agama, dan masyarakat juga diharapkan terus terpelihara demi menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan lestari.(Khaer).

Leave a Reply