Tragedi Jadi Pelajaran, Penyuluh Agama KUA Wirobrajan Ingatkan Orang Tua Jaga Anak

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Anak adalah amanah yang tidak hanya membutuhkan materi, tetapi juga perhatian, pengawasan, pemahaman, dan pendampingan. Orang tua memiliki peran penting untuk memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman sekaligus memahami konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, dalam kultum program Cahaya Mimbar di Masjid Wakaf Patangpuluhan, Selasa (8/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Eko mengajak jamaah mengambil hikmah dari peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa dua pelajar di Yogyakarta. Menurutnya, peristiwa tersebut patut menjadi bahan refleksi bersama, khususnya bagi orang tua dalam menjalankan tanggung jawab terhadap anak.
“Anak adalah amanah. Tugas orang tua bukan hanya memberikan materi, tetapi juga memberikan pemahaman tentang mana yang maslahat dan mana yang madharat,” pesan Eko.
Ia menekankan bahwa kasih sayang kepada anak perlu diwujudkan melalui pendampingan dan pengawasan yang bijak. Orang tua perlu hadir dalam setiap fase tumbuh kembang anak, termasuk memberikan pemahaman mengenai keselamatan dan tanggung jawab dalam menggunakan kendaraan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penggunaan sepeda motor oleh anak. Eko mengingatkan bahwa ketentuan usia minimal untuk memiliki SIM C adalah 17 tahun. Karena itu, faktor usia, keselamatan, serta kesiapan anak perlu menjadi pertimbangan penting bagi orang tua.
“Jangan sampai kasih sayang kita kepada anak justru membuat kita abai terhadap keselamatannya. Mari kita jaga anak-anak kita dengan perhatian, pengawasan, dan pendidikan yang baik,” lanjutnya.
Selain menyampaikan pesan keagamaan, Eko juga memperkenalkan berbagai layanan KUA Wirobrajan kepada jamaah. Ia menjelaskan bahwa KUA tidak hanya memberikan layanan pencatatan pernikahan, tetapi juga melayani konsultasi wakaf, waris, permasalahan keagamaan, sertifikasi halal, serta berbagai layanan lainnya.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya KUA Wirobrajan dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat melalui pendekatan bahasa agama. Penyuluh juga berperan dalam menyampaikan berbagai program pemerintah sekaligus memperkuat keimanan dan ketahanan masyarakat.
Melalui program Cahaya Mimbar, KUA Wirobrajan terus menghadirkan dakwah yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat. Berbagai peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi sebuah berita, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki diri, memperkuat peran keluarga, dan menjaga generasi penerus.
Jaga amanah anak. Bukan hanya bekali materi, tetapi bekali mereka dengan iman, pemahaman, dan keselamatan.[ekoAW]



