Berita

Teguhkan Visi Pancacinta, MAN 1 Yogyakarta Gelar Rakor Kokurikuler

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – MAN 1 Yogyakarta kembali meneguhkan komitmennya mencetak generasi unggul melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Kokurikuler Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar pada Jumat (28/8/2026). Rakor ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah para guru dan tenaga kependidikan dalam merancang program kokurikuler yang terintegrasi dengan visi madrasah, Pancacinta.

 

Kegiatan berlangsung di dua lokasi: Aula Perpustakaan Barat untuk kelas X dan XI, serta Laboratorium Biologi Gedung SBSN Lantai 2 untuk kelas XII. Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kokurikuler bukan sekadar pelengkap.

“Kokurikuler di madrasah ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai agama dengan ilmu pengetahuan. Tujuannya agar peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu beradaptasi di masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan, program kokurikuler menjadi jembatan antara nilai keislaman seperti hafalan Al-Qur’an, fiqih, dan akidah dengan pengalaman nyata berbasis minat dan bakat murid. Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Wakhid Hasyim, M.Pd.I., menambahkan bahwa meski tidak tercantum di rapor, kokurikuler berperan vital dalam pembinaan karakter. “Kegiatan ini membina kemandirian, menumbuhkan cinta ilmu, sekaligus memperkuat karakter Islami. Semua pihak harus bertanggung jawab agar pendidikan benar-benar bermakna,” jelasnya.

 

Rakor menghasilkan kesepakatan program berbasis Pancacinta dengan tiga jenis kegiatan utama: pembelajaran kolaboratif lintas ilmu, Gerakan 7 KAIH (Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat, Gemar Belajar, Bermasyarakat, Tidur Tepat Waktu), serta Panen Karya sebagai ajang apresiasi hasil murid. Untuk kelas X, program diarahkan pada penguatan kemandirian dan kepedulian lingkungan melalui latihan manasik haji, kunjungan museum atau religi, serta pelatihan kewirausahaan sosial. Kelas XI fokus pada eksplorasi ilmu dan penguatan karakter Islami dengan Educational Trip ke Surabaya–Bali, kunjungan DPRD, serta penguatan karakter bersama narasumber. Sementara kelas XII difokuskan pada penguatan rohani dan akademik menuju kelulusan melalui outbond, mujahadah, ESQ, pengajian kelas, pendalaman materi, try out, dan bakti sosial.

 

Rakor ditutup dengan diskusi tindak lanjut agar seluruh program berjalan optimal. Dengan perencanaan matang, MAN 1 Yogyakarta optimis melahirkan lulusan yang cerdas, religius, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global. (wk)

Leave a Reply