Tadarus dan Rakordasi Rutin, KUA Ngampilan Siapkan Program Tamanisasi Berbasis Ekoteologi

Yogyakarta – Kantor Urusan Agama (KUA) Ngampilan menggelar kegiatan tadarus Al-Qur’an dan Rapat Koordinasi Dinas (Rakordasi) rutin pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh pegawai, penghulu, dan penyuluh tersebut secara khusus membahas penguatan program ekoteologi melalui penataan dan tamanisasi lingkungan kantor.
Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an bersama sebagai upaya memperkuat spiritualitas aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Usai tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan Rakordasi yang membahas evaluasi program-program yang telah berjalan sekaligus merancang langkah tindak lanjut program GEMAH ASRI.
GEMAH ASRI merupakan akronim dari Gerakan Jum’at Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sebuah program Kementerian Agama yang bertujuan mewujudkan lingkungan Kantor Urusan Agama yang bersih, nyaman, sehat, dan asri guna mendukung optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
Kepala KUA Ngampilan, H. Anas Yusuf, S.Sos.I., menjelaskan bahwa program tamanisasi yang akan dilaksanakan merupakan implementasi nyata konsep ekoteologi, yaitu pemahaman bahwa menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari ajaran agama dan bentuk ibadah kepada Allah SWT.
“KUA tidak hanya menjadi pusat layanan pernikahan dan pelayanan keagamaan, tetapi juga harus mampu menjadi contoh ruang hijau yang nyaman dan sehat. Melalui tamanisasi ini, kita ingin mewujudkan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut disepakati beberapa langkah konkret, antara lain penanaman rumput untuk mempercantik dan menghijaukan area kantor serta penataan taman agar lingkungan KUA semakin nyaman bagi pegawai maupun masyarakat yang datang untuk memperoleh layanan.
Program tamanisasi tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, terutama melalui kegiatan GEMAH ASRI yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat.
Menurut Anas Yusuf, penggabungan kegiatan tadarus, rakordasi, dan aksi lingkungan menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tidak hanya religius dan profesional, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam.
Melalui program ini, KUA Ngampilan berharap dapat menjadi contoh bagi masyarakat bahwa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, indah, dan produktif.[janti]



