Penyuluh Agama KUA Ngampilan Berikan Pembinaan Keagamaan bagi Lansia di RPSLUT Budhi Dharma

Yogyakarta – Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kantor Urusan Agama (KUA) Ngampilan, Janti Ristiani, S.Ag., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada kelompok binaan khusus kaum rentan di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar (RPSLUT) Budhi Dharma Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan keagamaan bagi para lanjut usia (lansia) yang berada di bawah pelayanan RPSLUT. Materi yang diberikan meliputi penguatan keimanan, bimbingan ibadah, pembelajaran membaca Al-Qur’an, serta bimbingan mental dan kerohanian.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan hafalan surat-surat pendek dan lantunan shalawat bersama. Selanjutnya para lansia mengikuti bimbingan membaca Al-Qur’an, menghafal doa-doa sehari-hari, serta memperkuat hafalan surat-surat pendek yang telah dimiliki.
Selain pembinaan secara kelompok, Janti bersama tim juga melakukan pendampingan kerohanian secara individual kepada lansia yang sudah tidak dapat mengikuti kegiatan bersama karena kondisi kesehatan. Pendampingan dilakukan langsung di ruang maupun kamar tidur bagi para lansia yang hanya dapat berbaring di tempat tidur.
Kepala KUA Ngampilan, H. Anas Yusuf, S.Sos.I., memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan lintas wilayah seperti ini merupakan bentuk sinergi dan pengabdian tanpa batas dalam pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
“Meski secara administratif KUA Ngampilan memiliki wilayah kerja sendiri, pelayanan bimbingan masyarakat Islam harus tetap fleksibel demi kemaslahatan umat, khususnya bagi kelompok rentan seperti para lansia,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Janti juga melakukan kunjungan pembinaan keagamaan sekaligus meninjau bazar hasil karya warga binaan (Wabin) RPSLUT Budhi Dharma. Berbagai hasil kerajinan tangan yang dipamerkan menunjukkan kreativitas dan produktivitas para lansia dalam mengisi keseharian mereka.
Menurut pengelola, hasil penjualan karya tersebut dikembalikan kepada para pembuatnya sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kemandirian warga binaan. Kehadiran penyuluh agama dalam kegiatan tersebut tidak hanya memberikan penguatan spiritual, tetapi juga menjadi motivasi bagi para lansia untuk tetap berkarya dan menjalani masa lanjut usia dengan semangat, produktif, serta penuh makna.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, menjangkau kelompok rentan, serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.[janti]



