SiSaPa Kemenag Kota Yogyakarta Jadi Ruang Penguatan Kinerja, Integritas, dan Layanan ASN

Yogyakarta (Humas) — Informasi kedinasan tidak harus selalu disampaikan dalam ruang formal. Melalui siaran Sapa Pagi (SiSaPa), Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus menghadirkan ruang komunikasi yang lebih dekat, informatif, sekaligus mendorong keterlibatan seluruh ASN dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
SiSaPa yang memanfaatkan teknologi informatika tersebut kembali menghadirkan Kepala Kankemenag Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., sebagai narasumber utama bersama jajaran pimpinan dan pejabat struktural, Kamis (24/9/2026).
Turut hadir sebagai panelis Kasubbag Tata Usaha H. Ahmad Mustafid, S.Ag., M.Hum., Kasi Bimas Islam H. Mohammad Tahrir, SE., MM., Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren H. Saeful Anwar, S.Ag., M.S.I., Kasi Pendidikan Madrasah H. Ahmad Musyadad, S.Ag., MA., Gara Zawa Ali Shofa, S.Pd.I., serta Gara Katolik V. Tatik Trijatiningsih, S.IP., M.Sc.
Mengawali siaran, Ahmad Shidqi menyampaikan sejumlah informasi kedinasan sekaligus mengingatkan seluruh ASN untuk mempersiapkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Triwulan III sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang telah diraih Kankemenag Kota Yogyakarta.
“Setiap ASN harus memahami dan melaksanakan apa yang menjadi kewajiban sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Mari kita bekerja sama dan menjaga integritas untuk terus merawat WBBM,” pesannya.
Ahmad Shidqi juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 terdapat penurunan nilai Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas (ZI). Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama sekaligus momentum untuk melakukan evaluasi dan memperkuat kembali komitmen pembangunan ZI.
Sementara itu, Ahmad Mustafid menyampaikan perkembangan Indeks Pembangunan Statistik (IPS). Kankemenag Kota Yogyakarta berada pada posisi kedua dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pemanfaatan data dalam mendukung kinerja organisasi.
Dari bidang Bimas Islam, Mohammad Tahrir menyampaikan informasi mengenai SKMT sebagai salah satu inovasi Bimas Islam dalam mendukung layanan kepada umat. Inovasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan sekaligus mendukung tertib administrasi.
Kasi Pendidikan Madrasah Ahmad Musyadad turut menyampaikan informasi mengenai Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kota Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan potensi dan prestasi peserta didik madrasah.
Sementara itu, Gara Zawa Ali Shofa memaparkan perkembangan program Kota Wakaf di Yogyakarta. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem perwakafan agar semakin memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.
Dari layanan keagamaan Katolik, V. Tatik Trijatiningsih mengajak seluruh ASN untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai inovasi yang telah dijaring di lingkungan Kankemenag Kota Yogyakarta. Ia juga mendorong partisipasi ASN dalam pengumpulan nilai melalui Google Form (GF) yang akan diedarkan.
Bukan Sekadar Siaran, tetapi Ruang Dialog
Yang membuat SiSaPa semakin hidup adalah adanya ruang interaksi langsung antara pimpinan dan ASN. Peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat menyampaikan pertanyaan, tanggapan, maupun persoalan yang berkaitan dengan pekerjaan melalui Zoom.
ASN dapat menyampaikan pertanyaan secara langsung dengan berbicara melalui Zoom maupun menuliskannya pada kolom chat. Pertanyaan dan tanggapan tersebut kemudian direspons langsung oleh para pimpinan sesuai dengan bidang dan kewenangannya.
Pola komunikasi dua arah ini menjadikan SiSaPa tidak sekadar sebagai media penyampaian informasi kedinasan, tetapi juga ruang untuk mendengar, berdiskusi, dan menyamakan pemahaman. Berbagai persoalan yang muncul dapat langsung memperoleh tanggapan, sementara informasi dari pimpinan dapat diterima ASN secara lebih terbuka dan interaktif.
Siaran SiSaPa dipandu Zahara Emilya Girsang, S.Ag. sebagai host, dengan dukungan tim operator Faniya Rifqi Fauzi, S.Kom., Dwiki Kurniawan, S.Kom., dan Naufal Rafif Danutirta, S.Kom. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan informasi kedinasan dapat dikemas dan disampaikan secara komunikatif melalui pemanfaatan teknologi informatika.
Beragam informasi dan dialog yang hadir dalam SiSaPa menunjukkan bahwa komunikasi internal tidak hanya menjadi sarana menyampaikan agenda kedinasan, tetapi juga ruang untuk menyatukan langkah seluruh ASN.
Melalui SiSaPa, Kankemenag Kota Yogyakarta terus membangun budaya kerja yang terbuka, kolaboratif, interaktif, dan adaptif terhadap teknologi. Dari ruang siaran, informasi bergerak menjadi komunikasi; dari komunikasi tumbuh pemahaman; dan dari pemahaman diharapkan lahir langkah bersama untuk menghadirkan layanan publik yang semakin profesional dan berintegritas.[Ara]



