Berita

Sinergi Penyuluh dan Pokja Majelis Taklim Perkuat Dakwah Berbasis Kebutuhan Jamaah

Yogyakarta (Humas) – Kolaborasi dan sinergi dalam penguatan dakwah terus dilakukan Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta. Salah satunya melalui kehadiran Eko Agus Wibowo yang mewakili Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) DIY dalam kegiatan Pembinaan Kelompok Kerja Majelis Taklim Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kanwil Kemenag DIY, Jalan Sukonandi Nomor 8 Yogyakarta, tersebut diikuti perwakilan Kanwil Kemenag DIY, Pokjaluh kabupaten/kota, serta anggota Pokja Majelis Taklim DIY.

Pembinaan membahas penguatan peran majelis taklim sebagai basis pembinaan keagamaan sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat. Materi juga mengulas sejarah perkembangan majelis taklim serta fungsi majelis taklim sebagaimana diatur dalam PMA Nomor 29 Tahun 2019.

Dalam regulasi tersebut, majelis taklim memiliki sejumlah fungsi, antara lain sebagai sarana pendidikan agama Islam, penguatan silaturahmi, konsultasi keagamaan, pengembangan seni dan budaya Islam, serta pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi untuk menggali berbagai pengalaman, tantangan, dan praktik pengelolaan majelis taklim di tengah masyarakat. Forum tersebut menjadi ruang berbagi antara penyuluh dan pengelola majelis taklim dalam merumuskan pendekatan dakwah yang lebih relevan dengan kebutuhan jamaah.

Ketua Pokja Majelis Taklim DIY, KH. Edy Mushoffa, S.Ag., M.Si., dalam arahannya menekankan pentingnya pelaksanaan dakwah dengan memperhatikan lingkungan serta kondisi jamaah. Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Target berdakwah adalah tahsinul Qur’an, tahsinul ibadah, dan tahsinul akhlak,” ungkapnya.

Tiga sasaran tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan majelis taklim diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan keagamaan. Lebih dari itu, majelis taklim diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas membaca dan memahami Al-Qur’an, perbaikan ibadah, serta pembentukan akhlak jamaah dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam pembinaan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk membangun sinergi lintas unsur dalam memperkuat majelis taklim sebagai mitra strategis pembinaan umat.

Melalui kolaborasi antara penyuluh, Pokjaluh, dan Pokja Majelis Taklim, pembinaan keagamaan diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu berkontribusi dalam penguatan kehidupan sosial keagamaan di Daerah Istimewa Yogyakarta.[ekoAW]

Leave a Reply