Sembilan Penyuluh KUA Mantrijeron Ikuti Musyawarah Pokjaluh Kota Yogyakarta

Yogyakarta (Humas KUA Mantrijeron) — Sebanyak sembilan Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron mengikuti Musyawarah Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kementerian Agama Kota Yogyakarta Periode 2026–2029 di Jaka Garong, Turi, Sleman, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, integritas, dan profesionalitas penyuluh dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Musyawarah dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., yang sekaligus memberikan pembinaan kepada seluruh penyuluh agama Islam se-Kota Yogyakarta.
Dalam arahannya, Ahmad Shidqi menegaskan bahwa musyawarah tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum evaluasi dan penguatan kapasitas penyuluh agar mampu menghadapi tantangan pelayanan keagamaan yang semakin dinamis.
“Jaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Lepaskan urusan pribadi ketika menjalankan amanah sebagai penyuluh. Penyuluh agama harus hadir sebagai pencerah, penengah, sekaligus pemberi solusi di tengah masyarakat. Tantangan ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan kompetensi, kolaborasi, dan komitmen yang semakin kuat,” pesannya.
Setelah agenda musyawarah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi capacity building yang bertujuan mempererat kebersamaan, membangun kekompakan, dan meningkatkan profesionalitas penyuluh agama Islam di lingkungan Kementerian Agama Kota Yogyakarta.
Kepala KUA Mantrijeron, Setyo Purwadi, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas partisipasi para penyuluh dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Musyawarah Pokjaluh menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat koordinasi antarpenyuluh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mendukung penuh seluruh penyuluh KUA Mantrijeron untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memperkuat kerja sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semoga hasil musyawarah ini membawa semangat baru bagi penyuluh dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” ujarnya.
Adapun sembilan penyuluh KUA Mantrijeron yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu Karmin, S.Ag., M.Si., Edy Mahrus, S.E., Endro Dwi Widodo, S.Ag., M.S.I., Hisbana Rohman, S.Ag., Fatkur Rohman, S.Pd.I., Maduretno, S.Ag., Sulfiyah, S.Pd.I., Daru Nurul Azizah, serta Haura Salsabiela El Sabrina Nazar.
Melalui Musyawarah Pokjaluh ini diharapkan terbangun organisasi penyuluh yang semakin solid, adaptif, dan profesional sehingga mampu menjawab tantangan dakwah, pembinaan umat, serta penguatan moderasi beragama di tengah dinamika masyarakat. (FR)



