Semangat Lansia Dalami Islam, Penyuluh Agama Berikan Pendampingan Humanis

Yogyakarta — Semangat menuntut ilmu tidak mengenal batas usia. Hal tersebut tampak dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Yogyakarta bagi warga RPSLUT Budhi Dharma Giwangan, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Penyuluh Agama Islam dalam menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para lanjut usia yang membutuhkan pendampingan spiritual.
Suasana haru dan inspiratif mewarnai jalannya kegiatan. Meski mayoritas peserta merupakan warga panti yang telah memasuki usia senja, semangat mereka untuk belajar dan memperdalam ajaran Islam tetap menyala. Keterbatasan fisik, termasuk kondisi pendengaran yang mulai berkurang, tidak menyurutkan antusiasme para lansia untuk mengikuti setiap materi yang disampaikan.
Dengan pendekatan humanis dan penuh kesabaran, penyuluh agama memberikan bimbingan keagamaan yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari para peserta. Materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana penguatan mental dan spiritual bagi para lansia dalam menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan penuh makna.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses belajar agama dapat dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja. Selama masih ada niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, usia bukanlah penghalang untuk terus menambah ilmu dan meningkatkan kualitas ibadah.
Selain memberikan pemahaman keagamaan, kehadiran penyuluh agama juga menjadi bentuk perhatian dan pendampingan moral bagi para penghuni panti. Interaksi yang terjalin menghadirkan suasana kekeluargaan yang memberikan semangat serta kebahagiaan tersendiri bagi para lansia.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Yogyakarta kembali meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan layanan bimbingan dan penyuluhan yang inklusif, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Pembinaan keagamaan di kalangan lansia diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan spiritual sekaligus memberikan ketenangan batin dalam menjalani masa lanjut usia.
“Belajar agama tidak mengenal usia. Selama hayat masih dikandung badan, semangat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT harus terus dijaga dan dipupuk,” menjadi pesan yang tercermin dari semangat para lansia peserta kegiatan tersebut.[ekoAW]



