Rutin Ngaji Iqro, Warga BRSBKL Tetap Semangat Bersama Penyuluh Agama Tegalrejo

Yogyakarta (KUA Tegalrejo) – Pemandangan penuh semangat terlihat di Serambi Mushalla Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (BRSBKL) Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (5/10/2026).
Puluhan Warga Binaan Sosial (WBS) yang terdiri dari Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan eks disabilitas mental tampak duduk melingkar dengan Iqro di tangan. Terbata-bata, mereka mengeja huruf demi huruf hijaiyah bersama Penyuluh Agama Islam KUA Tegalrejo : Eka Astuti, S.Pd.I dan Ninik Dwi Erni Herdawati, SHI
Inilah program rutin Ngaji Iqro yang menjadi oase penyejuk di tengah proses rehabilitasi mereka.
Bagi sebagian orang, membaca Iqro mungkin hal biasa. Namun bagi warga BRSBKL, ini adalah perjuangan luar biasa. Ada yang sudah puluhan tahun tidak mengenal huruf Al-Qur’an, ada yang baru belajar lagi setelah lama mengalami disorientasi mental, dan ada yang tangannya masih gemetar memegang buku.
Namun semangat mereka tak pernah padam.
“Hari ini kita belajar lagi ya, Bu… A – Ba – Ta – Tsa,” ujar Eka Astuti dengan sabar membimbing satu per satu warga binaan. Tidak ada nada menghakimi, yang ada hanya pujian dan motivasi.
Sementara Ninik Dwi Erni Penyuluh Agama Tegalrejo lainnya menyampaikan bahwa kegiatan Rutin Ngaji Iqro ini adalah bagian dari tujuan BRSBKL itu sendiri, yaitu membantu rehabilitasi agar warga binaan pulih secara mental, sosial, dan spiritual sebelum kembali ke masyarakat.
“Jangan malu belajar Iqro. Allah tidak melihat kita sudah sampai juz berapa, tapi Allah melihat seberapa besar semangat kita untuk mau belajar. Rasulullah SAW bersabda: Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat yang mulia, dan orang yang terbata-bata membacanya dan merasa kesulitan, maka baginya dua pahala (HR. Bukhari Muslim),” tuturnya menyemangati.
Dua pahala itu yang membuat warga BRSBKL tetap semangat: satu pahala karena membacanya, satu pahala lagi karena kesungguhannya melawan kesulitan.
Dalam bimbingannya, Penyuluh Agama menggunakan metode yang sangat adaptif dan humanis:
1.Metode Iqro Perorangan: Penyuluh Agama mendatangi satu per satu, mendengarkan bacaan dengan teliti, dan membetulkan makhraj dengan lembut. Bagi eks disabilitas mental, pendekatan personal ini membuat mereka merasa diperhatikan dan aman.
2.Metode Talaqqi dan Sorogan Bersama: Setelah bimbingan individu, mereka membaca bersama-sama dengan suara keras. Yang belum bisa, cukup mengikuti. Suasana menjadi hidup dan penuh kebersamaan.
3.Motivasi dengan Dos: Di sela ngaji, para penyuluh agama menyelipkan motivasi untuk semangat belajar Al-Qur’an.
Salah seorang warga binaan perempuan tampak tersenyum haru setelah berhasil menyelesaikan Iqro 1.
“Kegiatan Rutin Ngaji Iqro bersama Penyuluh Tegalrejo ini sangat membantu proses rehabilitasi mental warga binaan kami. Mereka ini butuh aktivitas yang menenangkan jiwa dan melatih fokus. Ngaji Iqro terbukti membuat mereka lebih tenang, lebih patuh aturan, dan lebih semangat untuk sembuh,” ujar koordinator.
H Supasdi, S.Ag. Kepala KUA Tegalrejo menegaskan bahwa program ini akan terus dijaga keistiqomahannya.
“Kami tidak menargetkan mereka harus khatam cepat. Target kami adalah mereka mau memegang Iqro, mereka bahagia saat ngaji. Itu adalah kesembuhan. Dakwah kami adalah dakwah dengan cinta. Rutin Ngaji Iqro ini adalah bukti bahwa hidayah Allah bisa datang untuk siapa saja, dimana saja, termasuk di BRSBKL ini,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. (Kus)
#RutinNgajiIqro
#BRSBKLDinasSosialDIY
#KUATegalrejo
#PenyuluhAgama


