Pranata Kerukunan Umat Ikuti Rakord EWS SI-Rukun Kanwil Kemenag DIY

Yogyakarta (Humas) – Pranata Kerukunan Umat Beragama Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Zahara Emilya Girsang, S.Ag., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakord) Early Warning System (EWS) SI-Rukun yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenag DIY) secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (11/8/2026).
Rakord diikuti oleh admin inputer, verifikator, dan viewer EWS SI-Rukun dari seluruh kabupaten/kota se-DIY, khususnya yang memiliki laporan potensi konflik sosial berdimensi keagamaan yang masih dalam proses maupun yang telah ditindaklanjuti.
Kegiatan dipimpin oleh H. Imam Khoiri, S.Ag., M.Eng., selaku Ketua Tim Humas, Data, Informasi, dan Kerukunan Umat Beragama (HDI dan KUB) sekaligus Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda Kanwil Kemenag DIY.
Dalam rakord tersebut dibahas hasil pemantauan laporan potensi konflik sosial berdimensi keagamaan yang masuk melalui EWS SI-Rukun di wilayah DIY. Imam Khoiri memanggil satu per satu peserta untuk menyampaikan perkembangan laporan yang telah diinput, baik laporan yang sudah selesai ditindaklanjuti maupun yang masih dalam proses penanganan.
Salah satu laporan yang menjadi perhatian berasal dari KUA Kraton Kota Yogyakarta, terkait adanya gangguan suara adzan dari pengeras suara dua musala yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan apabila tidak dikomunikasikan dan ditangani secara tepat.
Laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Kankemenag Kota Yogyakarta melalui pendekatan silaturahmi dan dialog. Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kota Yogyakarta, H. Ahmad Mustafid, S.Ag., M.Hum., bersama Pranata Kerukunan Umat Beragama Zahara Emilya Girsang, S.Ag., dan Kepala KUA Kraton Agus Sutrisno, S.Ag., serta takmir musholla Arrohmah melakukan silaturahmi ke Ndalem Wironegaran merupakan kediaman Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi dan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Wironegoro.
Silaturahmi tersebut merupakan langkah preventif untuk membangun komunikasi, menggali informasi secara langsung, serta mencari solusi bersama agar persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi konflik sosial berdimensi keagamaan.
Dalam pembahasan rakord, tindak lanjut terhadap laporan tersebut menjadi bagian dari evaluasi bersama. Penanganan melalui komunikasi dan silaturahmi di tingkat lokal dinilai penting sebagai upaya deteksi dini sekaligus pencegahan agar potensi permasalahan dapat diselesaikan sebelum berkembang lebih luas.
Imam Khoiri menekankan pentingnya sinergi antara admin inputer, verifikator, viewer, dan pihak terkait dalam melakukan pemantauan serta penanganan setiap potensi konflik sosial berdimensi keagamaan.
Menurutnya, EWS SI-Rukun tidak sekadar menjadi sarana pelaporan, tetapi juga instrumen untuk membangun kewaspadaan bersama dan mendorong langkah pencegahan secara cepat, tepat, dan terukur.
“Harapannya, setiap potensi konflik yang muncul dapat segera ditangani di tingkat daerah sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar, terlebih sampai ke tingkat nasional,” ungkap Imam Khoiri.
Sementara itu, Zahara Emilya Girsang mengikuti rakord sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Pranata Kerukunan Umat Beragama Kankemenag Kota Yogyakarta dalam mendukung penguatan sistem deteksi dini serta pemeliharaan kerukunan umat beragama.
Melalui pemantauan EWS SI-Rukun, koordinasi lintas wilayah, dan pendekatan dialogis di tengah masyarakat, Kementerian Agama terus berupaya memastikan berbagai potensi persoalan dapat ditangani sejak dini. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kehidupan umat beragama yang aman, damai, harmonis, dan kondusif di Daerah Istimewa Yogyakarta.[Ara]



