Setia dalam Pengharapan, Penyuluh Katolik Kemenag Yogyakarta Kuatkan Iman Wabin Rutan

Yogyakarta (Garakat) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Komunitas Doa Kharismatik Katolik PDKK Saint Michael dan Komunitas Pemerhati Tahanan Maximillianus Maria Kolbe (MMK) melaksanakan pembinaan iman bagi warga binaan Kristiani di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).
Pembinaan iman dikemas dalam renungan yang dipimpin Hartanto. Renungan mengangkat tema “Setia dan Selalu dalam Pengharapan akan Kasih Allah”, dengan berpedoman pada bacaan Injil Matius 18:1-5, 10, 12-14.
Dalam renungannya, Hartanto mengajak warga binaan untuk memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang beragam. Dalam menghadapi persoalan, keterbatasan, maupun kejatuhan akibat kelemahan sebagai manusia, setiap pribadi diajak untuk senantiasa mengarahkan hati kepada Tuhan dan tetap menaruh harapan pada kasih-Nya.
“Cerita kehidupan kita beraneka ragam. Namun, dalam berbagai masalah dan kejatuhan karena kelemahan kita sebagai manusia, hendaknya kita selalu mengarahkan hati dan berharap pada kasih Tuhan,” ungkap Hartanto.
Untuk memperkuat pesan tersebut, Hartanto juga membagikan kesaksian iman dari pengalaman pribadinya. Ia menceritakan pernah mengalami sakit fisik yang cukup berat hingga harus mengeluarkan biaya besar untuk pengobatan. Dalam kondisi tersebut, ia tetap merasakan bahwa Allah tidak meninggalkannya. Dengan penuh syukur, ia menyampaikan bahwa dirinya kini telah mengalami kesembuhan.
Kesaksian tersebut menjadi penguatan tersendiri bagi warga binaan. Pengalaman Hartanto menunjukkan bahwa dalam situasi sulit sekalipun, harapan kepada Tuhan dapat menjadi sumber kekuatan untuk terus menjalani kehidupan.
Renungan kemudian dilanjutkan dengan peneguhan kembali pokok-pokok penting dari bacaan Injil oleh Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta, Kristoforus Moses Jamwav, S.E. Peneguhan tersebut mengajak para warga binaan untuk semakin memahami makna kasih Allah dan percaya bahwa setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan memperbaiki diri.
Kegiatan pembinaan iman diikuti oleh 13 warga binaan Kristiani, satu perwakilan komunitas MMK, enam anggota PDKK Saint Michael, serta Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta.
Melalui pembinaan iman yang dilaksanakan secara rutin, Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta bersama para mitra komunitas terus berupaya menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan rohani warga binaan.
Kehadiran tersebut diharapkan dapat memberikan semangat, menguatkan iman, serta memupuk harapan bagi warga binaan dalam menjalani tahapan kehidupan selama berada di Rutan. Di tengah keterbatasan ruang dan keadaan, mereka tetap diajak meyakini bahwa kasih Allah senantiasa hadir dan memberikan kekuatan untuk menatap masa depan dengan lebih baik. [kmj]



