Berita

Pokjaluh Kota Yogyakarta Salurkan 50 Tangki Air Bersih, Wujudkan Kemenag Berdampak

Gunungkidul (Humas) – Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menyalurkan bantuan 50 tangki air bersih bagi masyarakat di Kapanewon Panggang dan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul. Aksi bertajuk “Peduli, Penyuluh Bergerak, Penyuluh Berdampak” ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan layanan keagamaan yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat di tengah musim kemarau.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Muhammad Tahrir, mengapresiasi inisiatif Pokjaluh yang menerjemahkan kepedulian keagamaan menjadi aksi nyata. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan imbauan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY untuk melaksanakan salat “istisqo‘” sebagai ikhtiar spiritual menghadapi musim kemarau, sekaligus mendorong kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Program ini inspiratif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Sebagaimana imbauan dari Kanwil Kemenag DIY, kita melaksanakan salat istisqo‘ sebagai ikhtiar menghadapi musim kemarau. Selain itu, kita juga perlu melakukan kegiatan nyata yang berdampak, salah satunya melalui bantuan air bersih yang diinisiasi Pokjaluh Kota Yogyakarta,” ungkapnya.

Tahrir menegaskan, kegiatan tersebut bukan semata-mata hasil kerja para penyuluh, melainkan buah kolaborasi berbagai pihak, mulai dari jemaah penyuluh, ASN, hingga para donatur yang turut berkontribusi. Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 50 tangki air bersih didistribusikan, dengan rincian 30 tangki untuk masyarakat Kecamatan Panggang dan 20 tangki untuk Kecamatan Purwosari. Penyuluh agama di wilayah setempat diharapkan turut membantu mengawal distribusi agar bantuan dapat diterima masyarakat sesuai kebutuhan.

Selain air bersih, kegiatan ini juga disertai penyerahan 10 eksemplar Juz Amma dari donatur untuk dimanfaatkan dalam kegiatan majelis taklim masyarakat Panggang. Bantuan tersebut memperkuat dimensi sosial dan keagamaan dalam satu rangkaian pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Pokjaluh Agama Islam Kota Yogyakarta, Syamsul Ma’arif, menyampaikan terima kasih kepada para penyuluh di Panggang atas dukungan dan kerja sama dalam penyaluran bantuan. Ia berharap amanah dari para donatur dapat tersampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

Sementara itu, Kepala KUA Kapanewon Panggang menyampaikan apresiasi kepada Seksi Bimas Islam dan Pokjaluh Kota Yogyakarta atas kepedulian yang diwujudkan melalui bantuan air bersih. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah nyata yang diharapkan dapat menginspirasi para penyuluh di Panggang untuk semakin aktif menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, air merupakan kebutuhan mendasar yang tidak hanya digunakan untuk konsumsi dan keperluan rumah tangga, tetapi juga menunjang pelaksanaan ibadah umat Islam yang mensyaratkan kesucian. Karena itu, bantuan air bersih memiliki nilai sosial sekaligus keagamaan.

“Bantuan ini bukan semata-mata bantuan sosial, tetapi juga memiliki nilai ibadah. Semoga menjadi amal saleh dan amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat serta memberikan manfaat bagi masyarakat Panggang,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Pokjaluh Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa peran penyuluh agama tidak terbatas pada pembinaan dan penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga hadir untuk merespons persoalan sosial di tengah masyarakat. Semangat Kemenag Berdampak diwujudkan melalui kolaborasi, kepedulian, dan pelayanan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Tahrir berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan pada tahun mendatang dengan bentuk program yang tetap relevan dan bermanfaat. Dengan demikian, kehadiran Kementerian Agama melalui para penyuluh tidak hanya dirasakan dalam kehidupan spiritual, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(Nis)

Leave a Reply