Berita

Pengajian Forkopimtren Tegalrejo Jadi Sarana Deteksi Dini EWS, Kepala KUA Sampaikan Materi Syukur Nikmat

Yogyakarta (KUA Tegalrejo) – Forum Koordinasi Pimpinan Kemantren Tegalrejo (Forkopimtren) menggelar pengajian rutin sebagai sarana koordinasi, silaturahmi, dan deteksi dini melalui Early Warning System (EWS), Kamis (24/9/2026) bertempat di Pendopo Kemantren Tegalrejo.

Kegiatan yang dihadiri oleh Mantri Pamong Praja , Danramil, Kapolsek, Kepala KUA, Kepala Puskesmas, Lurah se-Tegalrejo, serta perwakilan instansi lintas sektoral serta Linmas BKO ini tidak hanya menjadi forum formal, tetapi juga menjadi ruang penguatan spiritual bagi para pemimpin wilayah.

Kepala KUA Tegalrejo, H Supasdi, S.Ag didapuk sebagai penceramah dengan membawakan materi “Syukur Nikmat sebagai Landasan Pengabdian”.

Dalam tausiyahnya, Kepala KUA menyampaikan bahwa syukur adalah kunci utama agar setiap amanah jabatan bernilai ibadah dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Menurutnya, syukur nikmat bagi seorang pemimpin diwujudkan dalam 3 hal:
1.Syukur dengan Hati (Tashdiq): Meyakini bahwa jabatan, kesehatan, dan kekompakan Forkopimtren ini adalah pemberian Allah SWT. Jabatan bukan untuk disombongkan, tapi untuk disyukuri dan diabdikan.
2.Syukur dengan Lisan (Tahmid): Memperbanyak ucapan Alhamdulillah dan menularkan narasi positif kepada masyarakat. Pemimpin yang pandai bersyukur tidak akan mudah mengeluh, tetapi fokus mencari solusi.
3.Syukur dengan Perbuatan (Tasarruf): Syukur yang paling nyata adalah dengan bekerja sebaik-baiknya untuk masyarakat. Melayani dengan ikhlas, responsif, dan hadir di tengah masyarakat.

“Syukur itu tidak hanya diucapkan, tapi dibuktikan. Bentuk syukur kita sebagai Forkopimtren adalah dengan menjaga kekompakan dan kehadiran kita untuk masyarakat. Jika kita bersyukur, insyaAllah Tegalrejo akan ditambah nikmat aman, nyaman, dan tenteram,” jelasnya.

Mantri Pamong Praja Tegalrejo, Drs Antariksa Agus Purnama, MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pengajian Forkopimtren ini memiliki fungsi strategis sebagai sarana deteksi dini (Early Warning System).

Melalui pengajian, setiap instansi dapat saling bertukar informasi, mulai dari potensi konflik sosial, masalah kesehatan, kamtibmas, hingga keagamaan. Sehingga setiap potensi gangguan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.

“Forum ini adalah EWS kita. Dengan ngaji bareng, hati jadi adem, komunikasi jadi lancar. Tidak ada sekat antara TNI, Polri, Kemantren, KUA, dan Kelurahan. Semua menyatu untuk Tegalrejo yang kondusif,” ungkapnya.

Suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keamanan dan kemakmuran warga Tegalrejo, serta ramah tamah.

Forkopimtren Tegalrejo berkomitmen untuk menjadikan pengajian rutin ini sebagai agenda tetap sebagai ikhtiar batin dan lahir dalam menjaga stabilitas wilayah. (Kus)
#ForkopimtrenTegalrejo
#EWS
#KUATegalrejo #KemenagKotaYogyakarta

Leave a Reply