Berita

Penyuluh KUA Mergangsan Sampaikan Ceramah Subuh di Masjid Al Mustaqim

Yogyakarta— Penyuluh Agama Islam KUA Mergangsan, Hari Purnomo, S.Pd., menyampaikan ceramah Subuh di Masjid Al Mustaqim pada Rabu (11/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut ia mengangkat tema “Ramadhan:
Merawat Keluarga Agar Tetap Utuh dan Harmonis.”

Dalam ceramahnya, Hari Purnomo mengajak jamaah menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki hubungan, tidak hanya dengan Allah melalui ibadah puasa, shalat, dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, terutama dalam keluarga.

Ia juga menyinggung keprihatinan Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap tingginya angka perceraian. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa pada tahun 2024 tercatat sekitar 505 kasus perceraian di Kota Yogyakarta dengan berbagai penyebab, mulai dari ketidakharmonisan rumah tangga, masalah ekonomi, jeratan pinjaman online, hingga kekerasan dalam rumah tangga.

“Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keluarga perlu dirawat dengan baik agar tetap kuat dan harmonis,” ujarnya.

Dalam ceramahnya ia menjelaskan bahwa Islam telah memberikan pondasi yang kuat dalam membangun rumah tangga. Allah Subhanahu Wa Ta ‘alaa berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 21 bahwa tujuan pernikahan adalah agar pasangan hidup merasakan ketenangan (sakinah), serta tumbuh rasa cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah).

Selain itu ia juga mengutip sabda Rasulullah ﷺ yang menyatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling baik kepada keluarganya. Hal tersebut menunjukkan bahwa ukuran kebaikan seseorang tidak hanya dilihat dari ibadahnya, tetapi juga dari sikapnya kepada pasangan dan keluarganya di rumah.

Menurutnya, Ramadhan merupakan madrasah untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan emosi, menjaga lisan, dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak jamaah untuk menjaga keharmonisan keluarga dengan beberapa langkah sederhana, di antaranya memperbaiki komunikasi dalam rumah tangga, hidup sederhana dan menghindari hutang yang memberatkan, serta memperbanyak ibadah bersama di rumah seperti shalat dan membaca Al-Qur’an.

“Rumah yang sering dihidupkan dengan ibadah akan lebih terasa keberkahannya dan menghadirkan ketenangan bagi seluruh anggota keluarga,” jelasnya.

Ceramah Subuh tersebut diakhiri dengan doa agar Allah menjaga keluarga kaum muslimin, menjadikan rumah tangga penuh sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta dijauhkan dari perpecahan dan perceraian. (HP)