Berita

Penyuluh KUA Mergangsan Jemput Bola, Dampingi Veteran Belajar Al-Qur’an

Yogyakarta (KUA Mergangsan) – Membaca Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Semangat untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT juga dapat tumbuh di setiap fase kehidupan. Semangat itulah yang menjadi bagian dari program KABAR Veteran (Kamis Belajar Al-Qur’an bersama Veteran) yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam Kemantren Mergangsan.

Kamis, 16/9/2026, pukul 09.00–10.00 WIB, Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Mergangsan, Hari Purnomo, S.Pd. dan Yuni Saptantun, S.Ag., hadir secara langsung ke rumah Mbah Dalidjan, salah seorang veteran Kemantren Mergangsan, di kawasan Karangkunti, Karangkajen.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan kekeluargaan. Penyuluh terlebih dahulu menyapa dan menanyakan kabar Mbah Dalidjan beserta istri dan keluarga. Suasana kemudian semakin akrab ketika penyuluh mengajak membaca bersama sejumlah hafalan yang sudah familiar, seperti Surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Ayat Kursi.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan belajar membaca Iqro. Mbah Dalidjan membaca buku Iqro jilid 1 mulai halaman 1 hingga halaman 13, sementara penyuluh menyimak dan memberikan pendampingan secara perlahan sesuai kemampuan beliau.

Bagi penyuluh, kegiatan KABAR Veteran bukan sekadar mengajarkan cara membaca huruf-huruf Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bentuk pelayanan bimbingan keagamaan yang dilakukan secara inklusif dan jemput bola, khususnya bagi masyarakat yang karena usia maupun kondisi tertentu tidak selalu mudah mengikuti kegiatan pengajian di masjid atau majelis taklim.

Kehadiran penyuluh juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan memberikan perhatian kepada para veteran. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang memiliki pengalaman dan perjalanan hidup yang patut dihargai. Di usia senja, kehadiran, sapaan, dan kebersamaan dapat menjadi bagian penting dalam menghadirkan suasana yang hangat dan penuh kepedulian.

Melalui KABAR Veteran, Penyuluh Agama Islam berupaya membantu meningkatkan literasi Al-Qur’an, memantapkan hafalan yang dapat digunakan dalam ibadah sehari-hari, sekaligus menemani para veteran mengisi waktu dengan kegiatan yang bernilai ibadah.

Program ini juga menunjukkan bahwa penyuluhan agama tidak selalu harus menunggu masyarakat datang ke kantor, masjid, atau majelis taklim. Ketika masyarakat memiliki keterbatasan untuk datang, penyuluh dapat hadir mendatangi mereka.

KABAR Veteran menjadi ikhtiar sederhana, tetapi sarat makna: belajar Al-Qur’an, menyambung silaturahmi, menghadirkan kepedulian, dan memberikan penghormatan kepada para veteran. Dari rumah sederhana di Karangkunti, semangat belajar Al-Qur’an terus dijaga dan ditumbuhkan bersama. (HP)

Leave a Reply