Penyuluh KUA Mergangsan Dukung Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Sosialisasi KB dan GATI

Yogyakarta, 10 Juni 2026 – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Mergangsan yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU), Ali Hafidh, menghadiri kegiatan Sosialisasi Keluarga Berencana (KB) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang diselenggarakan oleh DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kemantren Mergangsan tersebut diikuti oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya Mantri Pamong Praja Kemantren Mergangsan, pengurus program KB, tokoh masyarakat, serta peserta dari berbagai instansi dan lembaga terkait.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya program Keluarga Berencana sebagai upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas. Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana penguatan peran ayah dalam keluarga melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Hafidh menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, pembangunan keluarga tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran tokoh agama dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
“Keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berkualitas. Karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui edukasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak, baik dari aspek emosional, sosial, maupun spiritual. Gerakan Ayah Teladan Indonesia menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran akan pentingnya peran ayah sebagai figur pendidik dan teladan di lingkungan keluarga.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan pengalaman yang dibagikan terkait implementasi program KB maupun praktik pengasuhan dalam keluarga.
Melalui sosialisasi ini, para peserta diharapkan dapat menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing untuk menyebarluaskan pemahaman tentang pentingnya perencanaan keluarga serta penguatan peran ayah dalam menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Mergangsan dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen Kementerian Agama dalam mendukung program pembangunan keluarga. Dengan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak, diharapkan terwujud keluarga Indonesia yang tangguh, berkualitas, dan mampu menjadi pilar utama dalam pembangunan masyarakat.(Ali)


